OK, TERUS BISNIS APA?

sampah linimasaOleh : Endy Kurniawan

Selalu ada pertanyaan ini : bisnis apa yang sesuai untuk saya? Situasinya akan berbeda bagi setiap orang. Sebenarnya jawaban sesederhana ini : semua bisnis ingin cari untung, maka pilihlah bisnis yang menguntungkan. Lalu bisnis apa yang menguntungkan? Jawabannya tak pernah pasti. Ketidakpastiannya sama dengan jawaban atas pertanyaan “saya harus kuliah apa yang kira-kira setelah lulus gampang cari kerja?” – tidak ada yang bisa memastikan. Apalagi saat ini kebutuhan pasar kerja berubah dengan cepat. Jadi memilih menjadi pegawai atau memilih bidang bisnis kurang lebih sama tak pastinya, apalagi di tengah kompetisi di industri yang makin ketat.

Kembali ke bidang bisnis, diantara semua jawaban ‘bisnis apa yang cocok’ maka kita coba klasifikasikan dorongannya berdasarkan pilihan-pilihan ini :

1) Bisnis yang dipilih karena idealisme. Ada agenda dan keinginan besar mengapa memilih bisnis ini, misalnya bidang pendidikan, kesehatan, pelatihan wirausaha. Dipilihnnya bisnis itu karena dorongan memperbaiki kualitas SDM masyarakat sekitar, misalnya. Atau bisnis eksplorasi, produksi dan distribusi logam mulia (see www.salmadinar.com) karena dorongan penguasaan aset berharga supaya tak dijarah asing.

2) Bisnis yang dipilih karena tersedia resources terkait itu, baik berupa modal uang, pasar, aset dan akses. Misalkan saat ini telah punya 1 hektar tanah warisan berisi tanaman durian, maka yang dipilih adalah pabrik keripik durian. Atau selama ini telah kenal dan dekat dengan para praktisi IT, maka bisnis IT yang dipilih. Atau karena rumah dekat dengan perkantoran, maka jasa cetak dokumen yang dipilih.

3) Bisnis yang dipilih karena minat dan keahlian. Misalnya sangat menyukai desain interior, maka bisnis yang dipilih adalah jasa konsultansi desain interior. Atau karena profesinya adalah psikolog, maka dibukalah klinik jasa konsultasi psikologi khusus remaja.

4) Bisnis yang dipilih karena prospeknya. Misalkan akan ada pengembangan lokasi wisata, maka properti di sekitarnya bisa dibangun rumah kontrakan. Atau di bidang perkebunan, dengan menanam kayu tertentu yang makin langka di masa depan, dengan harapan harga akan melonjak.

5) Bisnis yang dipilih karena tren jangka panjang atau tren sesaat. Misalkan jual-beli mobil, jual-beli tanah, atau membuka toko online produk fashion wanita. Bisnis seputar ini tidak pernah mati dan terus tumbuh. Yang sedang tren juga misalnya bisnis pakaian wanita muslimah dengan segala asesorisnya. Yang tren sesaat ada juga, misalnya kuliner tertentu seperti tahu atau singkong dengan aneka rasa.

6) Bisnis yang dipilih karena kepepet. Ini pilihan yang serampangan tapi tingkat keberhasilannya biasanya tinggi. Kepepet karena tak lagi ada pilihan, misalkan harus menghidupi keluarga dan baru saja di-PHK. Kepepet karena pasar sudah menanti, sementara supplier produk yang dimaksud belum ada. Ketika tak ada pilihan, manusia biasanya jadi kreatif dan total menekuninya.

Banyak yang bilang bisnis masa depan adalah Water, Energy, Technology. Banyak kajiannya. Misalkan lagi, bisnis prospektif untuk Indonesia adalah penyedia tenaga kerja dan pariwisata. Dorongannya karena Indonesia akan makin bebas dimasuki dana dan warga dunia. Atau banyak yang memilih toko online dan jadi supplier barang palugada (apa lu mau gua ada). Dan, enam pilihan bisnis di atas bisa sangat terkombinasi. Tapi ujungnya, sebaik-baik bisnis adalah yang segera dijalani dan ditekuni.

Read more : http://www.endykurniawan.com/ok-trus-bisnis-apa/

Tags :
Konfirmasi Donasi