FILANTROPI DAN PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT


Oleh: Fadhilatul Muharam

Kesehatan bukan hanya terkait dengan kekar dan indahnya tubuh. Kesehatan juga bukan hanya disebabkan dari seimbangnya gizi makanan yang kita makan. Namun, kesehatan juga merupakan kebersihan lingkungan baik yang ada di sekitar kita atau bahkan kebersihan diri kita sendiri. Untuk menjaga kebersihan diri sendiri banyak hal yang diperlukan seperti air bersih dan jamban yang sehat misalnya. Dua hal ini tidak bisa diremehkan begitu saja. Sebab mereka adalah mata rantai yang berkaitan dengan sempurnanya kesehatan individu dan masyarakat.

Siang hari di Gorontalo cukup panas ketika saya memulai perjalanan ke beberapa desa yang ada di Kecamatan Bone. Ini bukan perjalanan biasa, menelusuri desa dan melihat kondisinya menjadi salah satu tugas rutin saya. Tugas ini merupakan perjalanan yang menyenangkan bagi saya karena dengan begini saya dapat melihat langsung pemandangan hijau desa-desa pedalaman di sebagian bumi Indonesia. Saya pun dapat mengetahui kondisi masyarakat di sana secara langsung.

Kali itu saya tengah meninjau Desa Libungo, Kecamatan Suwawa Selatan. Yang akan saya tinjau adalah kondisi pengadaan air di rumah-rumah penduduk. Desa Libungo, seperti desa-desa yang ada di provinsi Gorontalo lainnya adalah desa yang sangat membutuhkan akses ketersediaan air bersih secara langsung. Selama ini para penduduk desa cukup kesulitan mendapatkan air bersih. Mereka harus menuju mata air di atas bukit yang jarak perjalanannya lebih dari 1 jam dengan kondisi jalan yang curam dan mendaki.

Masyarakat Desa Libungo termasuk dalam kategori RTM (Rumah Tangga Miskin). Selain tidak memiliki akses air bersih secara langsung, mereka juga tidak memiliki jamban. Sehingga untuk keperluan buang air mereka selalu melakukannya di sembarang tempat seperti sawah, kebun, atau sungai. Memang, ada juga sebagian masyarakat yang sudah memiliki jamban. Namun, sayangnya jamban yang mereka punya tidak sesuai dengan prosedur kebersihan yang telah ditetapkan departemen kesehatan negara kita. Padahal jamban bersih dan sehat adalah salah satu unsur penting dalam menunjang kesehatan pribadi dan rumah tangga.

Sungguh memprihatinkan kondisi masyarakat di Desa Libungo, Gorontalo ini. Kesederhanaan mereka bukan hanya terdapat pada karakter yang mereka punya, melainkan juga rumah dan bahkan jamban. Mereka cukup puas dengan memanfaatkan fasilitas yang ada dari alam untuk memenuhi segala keperluan mereka sehari-hari. Mereka tidak sampai jauh berpikir soal kesehatan yang kompleks. Makan cukup dan tidak sakit saja sudah membuat mereka sangat bersyukur. Padahal sebenarnya masih banyak hal yang harus diperbaiki dalam kehidupan mereka.

Perlu diingat, kondisi seperti ini tidak hanya terjadi di salah satu desa seperti Desa Libungo saja. Kondisi seperti ini pun tidak hanya ada di satu provinsi saja seperti Gorontalo. Namun ia banyak terdapat di manapun di tanah Indonesia. Bahkan di pulau Jawa, masih ada lapisan masyarakat dengan kondisi yang prihatin seperti ini. Bagi mereka yang terbiasa dengan kehidupan serba cepat, instan dan mudah mungkin takakan percaya jika ditunjukkan hal-hal di atas. Namun, inilah fakta yang harus diakui bangsa Indonesia, bahwa kesejahteraan sama sekali belum merata di buminya.

Berdasarkan kondisi tersebut, lembaga sosial yang berkonsentrasi pada pemberdayaan masyarakat hendaknya tidak hanya memikirkan pemberdayaan ekonomi. Penyaluran dana sosial hendaknya tidak hanya dilakukan dengan memberikan uang secara tunai untuk konsumsi saya. Pemberian bantuan kepada masyarakat berupa infrastruktur yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat juga perlu dilakukan. Dengan pengadaan infrastruktur kebersihan dan kesehatan ini, dana sosial tidak habis begitu saya.

Lebih bermanfaat lagi apabila pemberdayaan kesehatan tersebut juga dilakukan melalui edukasi kesehatan. Dalam hal ini tentang jamban sehat yang terdapat dalam 10 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) versi Departemen Kesehatan. Melalui edukasi kesehatan ini masyarakat akan menyadari pentingnya berperilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pemahaman kesehatan yang sedikit demi sedikit ditanamkan, pemberdayaanpun akan muncul dengan sendirinya. Inilah sejatinya yang disebut pemberdayaan. Keinginan untuk hidup sehat lahir dari kepahaman. Dengan budaya sehat yang tertanam pada diri masyarakat, dengan sendirinya kemampuan untuk mendapat pendidikan dan mencapai ekonomi yang layak akan terwujud. Sebab apapun tidak dapat dilakukan tanpa kesehatan.

Tags :
Konfirmasi Donasi