KERUPUK BELUT MERAPAT KE SWALAYAN

YOGYAKARTA. Tidak mudah memang menitipkan barang di toko-toko sekelas swalayan, selain persyaratannya ketat, mereka juga mempunyai standar tersendiri mengenai proses keluar masuknya barang. Tetapi bukan menjadi alasan bagi para anggota kelompok “Mekar Arum” untuk tidak mencoba melakukan, buktinya kerupuk belut yang mereka produksi bisa menembus Toko Andi Jaya dan Toko Sahabat yang terletak di Desa Sidoarum, baik secara penampilan luar maupun sistem pelayanannya sudah sekelas swalayan.

“Kemarin, kita nitip sepuluh-sepuluh di Andi Jaya dan Sahabat, Alhamdulillah laku, walau tidak habis,” ujar Partini Bendahara kelompok ini. Ia mengatakan setiap seminggu sekali kerupuknya dicek, “Apabila habis diisi lagi, dan jika masih ada yang tersisa kita ambil kemudian diganti dengan kerupuk yang baru,” tambahnya.

Kelompok ini setiap seminggu sekali melakukan pelatihan, hasilnya langsung dijual dipasaran, baik langsung maupun dititipkan ke Warung-warung. Hasilnya tidak sia-sia, uang pelatihannya tidak cepat habis, karena walaupun setiap pekan mengeluarkan biaya untuk pelatihan, tetapi setiap sepekan pula mereka mendapatkan pemasukan dari hasil penjualan kerupuk belutnya. “Sekalipun kerupuk Return dari warung maupun toko, tetap kita jual walau harganya hanya 50%,” uangkap Pairah Ketua bidang pemasaran. Menurutnya, kerupuk return yang dari toko maupun warung masih layak dikonsumsi karena baru satu minggu, “Kita jual di arisan Ibu-ibu dan di kumpulan warga,” imbuhnya. ***

Newsroom/Zainal Abidin
Yogyakarta

Tags :
Konfirmasi Donasi