KIWI, SAHABAT PENCERNAAN

Bentuk kiwi mirip sawo, bulat lonjong dengan warna kecokelatan. Bedanya, sawo berkulit mulus sedangkan kiwi memiliki bulu-bulu halus pada kulitnya. Ada dua jenis kiwi, yakni yang buahnya berwarna kuning keemasan (gold) dan yang hijau. Kiwi gold rasanya lebih manis, sementara si hijau asam segar.

Nama buah ini sama dengan nama burung khas New Zealand, kiwi. Mengapa? Ternyata, nama tersebut diambil karena pemerintah ingin menjadikan buah tersebut identitas khas New Zealand seperti halnya burung kiwi. Buah kiwi sebetulnya berasal dari China dan dikenal sebagai gooseberry. Bibitnya dibawa oleh Isabel Frasier ke New Zealand pada 1904 lalu dikembangkan di negara beriklim subtropis ini.

Untuk lebih mengetahui manfaat kiwi, perusahaan milik petani kiwi di New Zealand, Zespri, bekerja sama dengan universitas setempat, aktif melakukan penelitian sejak beberapa tahun lalu. Hasil yang diperoleh, kiwi mengandung vitamin C dua kali lebih tinggi dibanding jeruk, antioksidan, kaya asam folat yang bermanfaat untuk ibu hamil, dan memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.

MEMPERLANCAR PROSES PENCERNAAN

Riset terbaru yang dilakukan Riddet Institute, Massey University, New Zealand menyebutkan, kiwi hijau mengandung enzim actinidin yang berfungsi mempercepat pencernaan protein, membantu agar kadar gula dan lemak darah seimbang, dan menjaga kesehatan usus.

Dr dr Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, SpGK, dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran UI menyatakan, proses pencernaan terjadi mulai dari mulut hingga usus halus. “Dalam proses tersebut, tubuh membutuhkan enzim protease, lipase, dan amilase untuk mencerna protein, lemak, dan karbohidrat.”

Saluran pencernaan yang sehat, tambah Fiastuti, akan mencegah masuknya bakteri dan racun serta menjaga daya tahan tubuh. Untuk mencapai kondisi ini, kita membutuhkan  makanan bergizi, seperti buah yang mengandung serat dan prebiotik (zat yang membantu pencernaan). Di antaranya, pepaya, nanas, apel, dan kiwi. Menurut jurnal yang dikeluarkan Asosiasi Diet Amerika, A Nutrient Density Standart for Vegetables and Fruits: Nutrients per Calorie and Nutrients per Unit Cost, kiwi menjadi pilihan karena memiliki nutrisi paling tinggi.

Enzim actinidin dalam kiwi membantu tubuh menyerap protein. Protein merupakan zat pembangun dalam tubuh yang berfungsi mengganti sel-sel yang rusak, menjaga agar metabolise tubuh berkembang dengan baik, dan membantu pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Oleh karena itu, penyerapan protein secara baik sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Lalu bagaimana kiwi membantu menstabilkan kadar gula dan lemak darah? “Kiwi memiliki kandungan serat paling tinggi dibanding buah lain,” kata Fiastuti. Serat makanan, terbagi menjadi dua, yang larut dalam air dan tidak larut. Serat larut membantu penyerapan gula lebih lambat sehingga menunda pengosongan perut dan memunculkan rasa kenyang. Efek positifnya, mengendalikan berat badan sekaligus mengendalikan diabetes. Selain itu, serat larut dapat mengikat lemak, menurunkan kolesterol LDL, dan mencegah penyakit jantung.

Fungsi serat tak larut, memperlancar perjalanan sisa makanan dalam usus besar agar terhindar dari konstipasi atau sembelit. Serat tak larut juga membantu mempertahankan pH (derajat keasaman) usus, memberi makan bakteri baik, dan menjaga kesehatan sel usus.

MEMILIH DAN MENGONSUMSI KIWI

Karena kiwi tergolong buah baru di Indonesia, sebagian dari kita mungkin belum tahu bagaimana cara mengenali kiwi yang matang.   Pada saat memilih kiwi, tekan kedua bagian ujung  buah dengan ibu jari dan telunjuk. Jika masih keras, berarti buah tersebut baru siap disantap 3-5 hari kemudian. Namun, apabila ujung-ujungnya terasa empuk, kiwi bisa dikonsumsi segera.

Kiwi hijau yang dijual di Indonesia rata-rata dalam kondisi setengah matang. Berbeda dengan kiwi gold yang umumnya dijual dalam keadaan matang. Jika membeli kiwi dalam kondisi keras (belum matang) dan Anda menginginkan proses pematangan segera, simpanlah kiwi bersama apel dan pisang matang. Gas alami yang diproduksi apel dan pisang membantu mempercepat proses pematangan kiwi.

Walau manfaatnya tak diragukan lagi, cara mengonsumsi yang kurang tepat bisa mengurangi bahkan menghilangkan kandungan gizi kiwi. Untuk menghindari hal ini, perhatikan saran berikut.

  • Kiwi dapat langsung dimakan, baik bersama kulitnya maupun daging buahnya saja. Cara yang paling praktis, belah kiwi dengan cara melintang, lalu gunakan sendok untuk menikmati buahnya.
  • Kiwi bisa dikonsumsi bersama es krim, yogurt, dan salad.
  • Untuk menjaga kandungan gizi kiwi, tidak dianjurkan memasak buah ini. Sebagai campuran kue, sebaiknya kiwi dijadikan topping atau penghias yang sekaligus dapat dimakan.

 

Sumber: Ummi-online.com

Tags :
Konfirmasi Donasi