Setiap menjelang Idul Adha, kalimat ini hampir pasti muncul: “Hewan yang kita kurbankan nanti akan menjadi kendaraan kita di akhirat” atau “Hewan kurban akan masuk surga bersama pemiliknya.” Kalimat itu beredar dari mulut ke mulut, dari ceramah ke ceramah.
Tapi benarkah demikian? Apakah ada dalil yang shahih yang mendukung pernyataan itu, atau ini hanya cerita yang berkembang di masyarakat tanpa landasan yang kuat?
Nah, Rumah Zakat akan membahas asal-usul kepercayaan tersebut, apa yang sebenarnya shahih dari hadis tentang hewan kurban, dan pelajaran penting yang bisa diambil dari pemahaman yang benar.
Dari Mana Asal Kepercayaan Ini?
Ada dua hal yang perlu ditelusuri terlebih dahulu, dari mana asalnya keyakinan soal hewan kurban masuk surga, dan bagaimana ulama menyikapinya.
Hadis yang Menjadi Sumber Pemahaman
Kepercayaan bahwa hewan kurban “masuk surga” atau “menjadi kendaraan di akhirat” sering dikaitkan dengan beberapa riwayat. Salah satu yang sering dikutip adalah:
“Perbaikilah hewan kurban kalian, karena hewan itu akan menjadi kendaraan kalian di atas shiratal mustaqim (jembatan).”
Namun para muhaddits, ahli hadis, menilai riwayat ini sebagai hadis yang sangat lemah (dha’if jiddan), bahkan sebagian menilainya maudhu’ (palsu).
Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Al-Dha’ifah (no. 522) secara tegas menilai hadis ini tidak bisa dijadikan hujjah.
Bagaimana Para Ulama Menafsirkannya?
Para ulama hadis bersepakat bahwa riwayat tentang hewan kurban sebagai “kendaraan di shiratal mustaqim” tidak memiliki dasar yang kuat. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dan Imam As-Suyuthi juga menyebutkan kelemahan riwayat ini dalam kitab-kitab mereka.
Artinya, meski niatnya baik, ingin memotivasi orang untuk berkurban menyebarkan riwayat yang tidak shahih tetap tidak dibenarkan dalam Islam. Ada hadis shahih yang justru jauh lebih indah dan lebih kuat yang menggambarkan kedudukan hewan kurban di sisi Allah.
Baca Juga: Jangan Asal Berkurban! Ini Dia Ketentuan yang Benar Menurut Syariat
Apa yang Benar-Benar Dijanjikan untuk Hewan Kurban?
Meski hadis tentang “kendaraan di shiratal mustaqim” lemah, ada hadis yang sangat shahih tentang hewan kurban, dan pesannya tidak kalah menggetarkan.
Yang Shahih: Hewan Kurban Hadir di Hari Kiamat
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang shahih:
“Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat beserta tanduk, bulu, dan kukunya. Dan darahnya telah sampai kepada Allah sebelum jatuh ke tanah.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah-dinilai hasan)
Hadis ini yang shahih, hewan kurban hadir di hari kiamat sebagai saksi dan catatan amal kebaikan pewakafnya. Bukan “kendaraan di shiratal mustaqim”, tapi kehadirannya di akhirat tetap nyata dan bermakna.
Pelajaran di Balik Keyakinan Ini
Yang paling penting dari diskusi ini bukan soal benar atau salahnya riwayat, tapi soal bagaimana membangun semangat ibadah di atas fondasi yang benar.
Pelajaran yang bisa diambil:
- Verifikasi sebelum menyebarkan, termasuk hadis atau kisah yang terdengar indah sekalipun
- Hadis shahih sudah lebih dari cukup untuk memotivasi kurban, pahala yang dijanjikan nyata dan luar biasa
- Semangat berkurban tidak perlu dibangun di atas riwayat yang lemah, karena kebenaran jauh lebih kuat dari cerita yang tidak terbukti
- Allah mencatat setiap tetesan darah hewan kurban, itu sudah cukup menjadi motivasi terbesar untuk berkurban dengan sepenuh hati
Baca Juga: Kenapa Kita Harus Kurban? Ini Alasan dan Hikmahnya dalam Islam
Kesimpulan
Jadi, hadis tentang hewan kurban sebagai “kendaraan di shiratal mustaqim” tidak memiliki dasar yang shahih dan sebaiknya tidak disebarkan. Tapi hadis yang shahih tentang hewan kurban hadir di hari kiamat beserta seluruh bagian tubuhnya, itu nyata dan sangat bermakna.
Berkurban bukan karena cerita yang indah, tapi karena Allah yang memerintahkan, Rasulullah SAW yang mencontohkan, dan pahala yang nyata sudah dijanjikan langsung.
Dan agar kurban tahun ini benar-benar bermakna dan tersalurkan ke yang paling berhak, percayakan kepada Rumah Zakat yang sudah berpengalaman mendistribusikan hewan kurban ke pelosok negeri dengan amanah dan transparan.

