KUNYIT DALAM KITAB IBNU SINA

Sejak zaman dahulu, kunyit, dengan warna kuning cerahnya, terkenal sebagai bagian utama ramuan untuk mengobati hati, empedu, dan sistem hepatobiliari. Bersama saudaranya, jahe, kunyit dikenal mampu membersihkan dan memperbaiki peredaran darah dan getah bening, serta terkait dengan kesehatan pencernaan dan metabolisme tubuh. Secara paradoks, kedua ramuan tersebut, meski bersifat panas, juga memiliki sifat anti inflamasi.

Dalam kitab The Canon of Medicine, Ibnu Sina menyebut kunyit bekerja dengan baik untuk bagian perut, hati, dan usus. Zat yang dikandungnya merangsang pencernaan dan metabolisme di perut dan hati, memperbaiki pencernaan dan menetralisasi racun, serta memperbaiki metabolisme dan pembentukan cairan di hati, terutama darah.

Dalam sistem pengobatan Unani, kunyit disebut mampu memurnikan darah, plasma, dan getah bening. Sifat anti jamur dan anti mikrobanya membersihkan usus, terutama usus besar, mengurangi fermentasi usus dan pembusukan dan memperbaiki flora dan imunitas usus. Kunyit juga disebut memperlancar aliran darah menstruasi pada wanita dan mengatur menstruasi agar lancar.

Pengobatan Unani menyebut kunyit mampu meningkatkan produksi dan aliran empedu dalam sistem hepatobiliari, dan meskipun mengurangi kejang kandung empedu, penggunaannya disarankan secara hatihati jika ada batu empedu. Kunyit adalah herbal hepatoprotektor (pelindung hati) dan ramuan detoksifikasi yang kuat yang membantu detoksifikasi hati dari keracunan makanan dan residu beracun dari makanan yang tidak murni.

Sedang menurut pengobatan Cina, kunyit sangat berkhasiat dalam mengobati artritis dan rematik di bahu dan lengan. Kunyit juga bermanfaat dalam mengobati asam urat. Dalam pengobatan Ayurveda, rebusan Kunyit digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan pada otot, tulang dan sendi, dan mempercepat pemulihan setelah berolahraga. Ramuan yang sama juga efektif mengobati ruam dan gangguan kulit, seperti psoriasis, urtikaria, dan eksim.

Tambahan lain soal kunyit dalam The Canon of Medicine, Ibnu Sina menyebut kunyit memberi manfaat untuk mempercantik kulit. Selain itu, Ibnu Sina juga menyebut kunyit seba gai ramuan yang melindungi saraf dari kerusakan; penggunaan secara luas adalah untuk mengobati nyeri, termasuk nyeri otot, tulang, dan sendi.

Tampaknya merujuk pada sistem pengobatan Ayurveda, Ibnu Sina merekomendasikan aplikasi topikal ekstrak kunyit untuk mengurangi cairan yang berlebihan di atas pupil mata. Dalam Ayurveda disebutkan ra muan dari kunyit mampu mengatasi cairan berlebihan pada bagian kepala, termasuk mata.

Sumber : republika.co.id

Tags :
Konfirmasi Donasi