KURANGI BEBAN PSIKOLOGIS PENGUNGSI ANAK-ANAK DENGAN NONTON FILM

YOGYAKARTA. Merapi yang masih terus mengeluarkan material vulkanis melarutkan sebagian besar warga yang tinggal di posko-posko pengungsian dalam kegelisahan, takterkecuali anak-anak. Ruang bermain mereka kini semakin menyempit, bahkan sudah tidak ada.Kegundahan jelas terlihat dari sorot mata mereka.

Menyadari hal itu, Rumah Zakat, melalui Tim Siaga Bencana yang sejak sepuluh hari lalu (26/10) terus membantu pengungsi di posko pengungsi yang terletak di Desa Wonokerto Turi Sleman.Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memberikan hiburan alternatif bagi mereka. Selain mengajak mereka bermain dengan beberapa permainan tradisional, anak-anak juga diajak nonton bareng film-film yang menggugah optimisme meraka akan masa depan. Dengan menggunakan perangkat multimedia sederhana, beberapa judul film dihadirkan ditengah mereka di antaranya, Garuda di Dadaku, Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi.

Namun, ahirnya film G-Force yang dipilih untuk diputar pada Rabu (3/11) semalam. Kegiatan yang berlangsung takkurang dari 3 jam ini, membuat anak-anak sejenak melupakan kekahawatiran akan kondisi merapi meskipun sejak sore hari hingga malam merapi terus menerus mengeluarkan debu dan awan panasnya. Hingga akhirnya mereka tertidur di tenda yang didirikan oleh Rumah Zakat.

“Posko Rumah Zakat berjarak lebih dari 15km dari Merapi. Jadi, masih relative aman,” ujar Syarif, relawan Rumah Zakat yang ditunjuk sebagai kordinator lapangan posko pengungsian Wonokerto, Turi. Lebih lanjut menurut Syarif, film yang diputar membuat anak-anak sedikit terhibur hingga akhirnya mereka tertidur pulas di tenda pengungsian.

Salahsatu pengungsi anak-anak mengaku terhibur dengan kegiatan ini. “Asyik bisa nonton bareng, apalagi pakek layar yang besar. Kayak noton bioskop,” ujarnya. Dia juga berharap agar dia, oranagtua dan adiknya bisa segera kembali ke rumah.

Newsroom/Muhammad Zahron

Regional Jawa Tengah

Tags :
Konfirmasi Donasi