[:ID]MANFAATKAN INTERNET GRATIS, FASILITATOR DESA BERDAYA LUNCURKAN PERPUSTAKAAN DIGITAL[:en]FREE INTERNET ACCESS, EMPOWERED VILLAGE FACILTATOR LUNCH THE DIGITAL LIBRARY [:]

[:ID]KLATEN. Rabu (04/10), Meningkatkan minat baca masyarakat dan pelajar di Desa Berdaya Sengon merupakan tantangan tersendiri bagi Fasilitator Desa Berdaya Rumah Zakat, Rahmad Widodo.

Fasilitator Rumah Zakat bersama 25 Kader OTS (Omah Tiyang Sengon) akhirnya mewujudkan Perpustakaan Digital dengan memanfaatkan jaringan internet gratis, gadget dan tablet sebagai media informasi penganti buku.

“Gadget saat ini banyak dipakai dan menjadi trend dari mulai anak-anak hingga orang dewasa, potensi ini yg membuat saya memiliki ide perpustakaan digital ini” ungkap Mas Dodo panggilan akrab Rahmad Widodo, Fasilitator Rumah Zakat.

Dari 5 OTS yang dikelola, tiga diantaranya sudah memiliki fasilitas WiFi Gratis, sehingga pelajar dan masyarakat luas bebas mengakses informasi untuk kebutuhan pelajaran sperti mencari info sejarah, rumus matematika dan sebagainya.

Fasilitasi ini dirasakan cukup bermanfaat, terbukti tak kurang dari 20 pelajar dari tingkat SD sampai mahasiswa selalu memadati OTS setiap sore hingga malam hari. Bagi pelajar yg tidak memiliki gadget, Fasilitator memberikan pinjaman tablet kepada mereka yang sedang mencari informasi untuk melengkapi PR dari sekolahnya.

“Sengaja kesini, ada PR dan harus dicari di Google” ucap Aminah pelajar SMP 1 Prambanan.

Newsroom/Kuna
Klaten[:en]KLATEN. Wednesday (04/10), Increasing the interest of reading in Sengon Village is a challenge for the Empowered Village Facilitator of  Rumah Zakat, Rahmad Widodo.

Rumah Zakat Facilitator with 25 Cadres Ots (Omah Tiyang Sengon) finally realized the Digital Library by utilizing free internet network, gadgets and tablets as information media substitute the books.

“Gadgets are now widely used and become a trend from children to adults, this potential that makes me have this digital library idea” said Mas Dodo familiar call Rahmad Widodo, Facilitator Rumah Zakat.

From the five OTS managed, three of them already have Free WiFi facility, so that the students and the wider community are free to access information for the needs of the lesson such as searching historical info, mathematical formulas and so on.

This facilitation is felt quite useful, proven to be no less than 20 students from elementary school level until students always crowded OTS every afternoon until night. For students who do not have gadgets, the Facilitator provides a tablet to those who are looking for information to complete the homework from their school.

“Accidentally here, there is homework and must be searched on Google” said Aminah a junior high school 1 Prambanan student.

Newsroom / Kuna
Klaten[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia