MENGENAL RIDHO, SANG DALANG CILIK YANG PANDAI BERDAGANG

RZ LDKO CilegonSURABAYA. Pribadi seperti ini mengingatkan akan sang maestro dalang Indonesia, yakini Ki Enthus dan Ki Manteb. Begitu pun di SD Juara Surabaya, muncul pula sosok anak yang terkenal dikalangan anak seusianya, baik di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolahnya. Dia ialah Ki Ridho Tamoko Putra.

Ridho panggilan akrabnya, memiliki sedikit kesulitan dalam berbahasa Indonesia dengan lancar. Ia lebih senang menggunakan bahasa daerahnya yakni jawa untuk berkomunikasi. Namun, wali kelasnya tak pernah bosan mengingatkan Ridho untuk terus belajar menggunakan bahasa indonesia. Di sisi lain, dia sangat lancar berdialog dengan menirukan suara dari masing-masing karakter wayang saat diminta untuk menjadi dalang dengan tokoh srikandi, gareng dan petruk pada saat pertunjukan di SD Juara Surabaya.

Putra dari seorang kuli bangunan ini, tidak belajar khusus untuk menjadi seorang dalang. Semula ia hanya melihat pertunjukan wayang kulit di sebuah balai RW. Kemudian sesampainya di rumah, ia lantas mencoba membuat wayang dan menjualnya tanpa diketahui orang tuanya. Ia tidak merasa malu, bahkan ia sering memberi ide untuk ibunya yang seorang ibu rumah tangga biasa untuk berjualan sesuatu.

Dengan bermodalkan uang Rp.500,- untuk membeli kardus bekas, siswa ini menyulapnya menjadi karya yang kemudian dijual kepada teman-temannya seharga Rp.1.500,-/wayang. Ridho mengaku, ia sempat kebanjiran pesanan dari teman-temannya sekelasnya setelah tahu bahwa Ridho beraksi saat pembelajaran story telling di kelas.***

Newsroom/Diki Taufik
Surabaya

Tags :
Konfirmasi Donasi