MENYAPIH DENGAN CINTA, KADER ASI BERBINCANG DENGAN SAHABAT ASI

MENYAPIH DENGAN CINTA, KADER ASI BERBINCANG DENGAN SAHABAT ASIMEDAN. ASI eksklusif adalah pemberian ASI (air susu ibu) sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun hanya air putih,sampai bayi berumur 6 bulan. Setelah 6 bulan, bayi mulai dikenalkan dengan makanan lain dan tetap diberi ASI sampai bayi berumur dua tahun.

Pada hari Selasa (15/03) dua KASI (Kader ASI) dari Kelompok peduli ASI Klinik RBG RZ Medan berbincang dengan beberapa SASI (Sahabat ASI) mengenai ASI. Para KASI rutin menyambangi ibu hamil yang akan mendapatkan layanan di klinik RBG RZ Medan mulai bulan Maret ini. Harapannya agar semakin banyak ibu hamil yang memberikan ASI eksklusif kepada bayinya dan melanjutkan pemberian ASI hingga 2 tahun.

Pagi ini para KASI menyapa ibu hamil yang akan konsultasi dan pemeriksaan USG bersama dr. Miranda Diza, Sp.OG di Klinik RBG RZ Medan Jl. Setia Budi No 46 Tj. Sari. KASI yang bertugas adalah ibu Winta Puspita Sari (ibu dengan 1 orang putri) dan ibu Dina (ibu dengan 2 putra).

Adapun pada hari Sabtu (12/03) sebelumnya Kelompok Pendukung ASI (KP ASI) baru saja kembali menggelar pertemuan untuk para KASI (Kader ASI) di Hall Klinik RBG RZ Medan. Pertemuan yang dihadiri 6 orang KASI ini membahas tentang proses menyapih dengan cinta. Pertemuan diisi oleh Konselor ASI dari AIMI Sumatera Utara, Mbak Yensi Hafni dan dipandu oleh Bidan Nurmayani.

Menyapih bayi dilakukan setelah bayi berusia 2 tahun atau lebih. Penyapihan sebaiknya dilakukan tanpa paksaan misal: memberi zat atau benda tertentu utk mengelabui anak contoh: sambiloto, betadin dll, karena hal ini dapat berpengaruh terhadap kondisi psikis anak.

“Menyapih dengan cinta (Weaning With Love) dapat dilakukan setelah ibu dan bayi benar-benar siap. Hal ini dapat dilakukan dengan cara: mengkomunikasi kan kepada anak, bahwa ia akan disapih. Komunikasi dilakukan bertahap dan sesering mungkin. Bisa dilakukan 2-3 bulan menjelang penyapihan. Sampaikan bahwa ananda sudah besar, selain itu ananda juga mulai dibiasakan minum menggunakan cangkir. Kemudian mengurangi secara bertahap frekuensi menyusui,” papar mbak Yesni.

Beberapa hal lain juga mendukung proses WWL (Weaning With Love) yaitu dukungan keluarga, sering memberi pelukan kepada anak, membacakan buku dan hal lain utk mengalihkan perhatiannya. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang disapih lebih dari 2 tahun tidak berdampak negatif terhadap perkembangan psikisnya,misal lebih manja atau tidak mandiri.

“Untuk itu sapihlah anak dengan cinta, tanpa kemarahan, rasa panik dan takut, nikmati prosesnya, yakinlah bahwa anak adalah insan cerdas yang mampu mempersiapkan dirinya menghadapi proses ini,” lanjut mbak Yesni.***

Newsroom/Rani
Medan

Tags :
Konfirmasi Donasi