[:ID]MESKI KEHILANGAN TANGAN PAK SUNARSO TETAP SEMANGAT BERJUALAN[:en]SUNARSO KEEPS SPIRIT EVEN LOSE HIS HAND[:]

[:ID]0603 MESKI KEHILANGAN TANGAN PAK SUNARSO TETAP SEMANGAT BERJUALANPak RT, biasa Sunarso dipanggil warganya, terlihat ceria ketika Fasilitator beserta Korwil Rumah Zakat berkunjung, dengan tujuan untuk Survay Penerima manfaat Bantuan Wirausaha. Minggu (05/03/17) di kediamannya, Kampung Walahir, Desa Karang Raharja, Kecamatan Cukarang Utara, Bekasi.

Pria 41 tahun ini sangat optimis walau telah kehilangan tangan kirinya saat bekerja disalah satu bengkel bubut di daerah Cikarang, Bekasi,   4 bulan yang lalu.

Ayah 2 anak juga suami dari Titen Purba seorang Mualaf asal Medan ini, ingin terus usaha walau tangan kirinya putus. Bermodalkan uang hasil tetangganya yang menjenguk, Sunarso bertekad untuk bisa menafkahi keluarganya dengan membuat warung bumbu dapur paketan.

“Semoga melaui Bantuan Wirausaha dari Rumah Zakat ini, warung yang ada sekarang bisa lebih besar dan lebih penuh isinya, sehingga pembeli tidak kecewa saat barang yang dibelinya tidak ada,” ungkapnya penuh harap.

Diakhir obrolan, Sunarso yang masih tetap kontrol dan therapy ini berkeinginan mempunyai gerobak yang layak untuk jualan sayuran keliling. (Hafidz/mk)

Sumber:  http://publikjurnalistik.org/meski-kehilangan-tangan-pak-rt-sunarso-tetap-semangat-berjualan/[:en]0603 MESKI KEHILANGAN TANGAN PAK SUNARSO TETAP SEMANGAT BERJUALANPak RT, the citizen usually called him, Mr. Sunarso looks cheerful when the facilitator and Korwil Rumah Zakat visited him, at his residence in Kampung Walahir, Prog Reef Village, District Cukarang Utara, Bekasi.

Man who 41 years old was very optimistic despite lost his left hand while was working in one of manufacturing workshop in Cikarang, Bekasi, 4 months ago.

Father of 2 children are also the husband of Titen Purba wants to continue the business despite in his condition. Sunarso determined to provide for his family by making stalls packaged herbs.

“Hopefully, through the Entrepreneurial Assistance from Rumah Zakat, stalls that there could now be a larger and more full of content, so buyers were not disappointed when the goods were bought nothing,” he said hopefully.

At the end of the chat, Sunarso who still in health control and therapy was eager to have a decent carts to sell vegetables around. (Haafiz / mk)

Source: http://publikjurnalistik.org/meski-kehilangan-tangan-pak-rt-sunarso-tetap-semangat-berjualan/[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia