NENEK IKI, RELA MENGAJAR QURAN TANPA DIBAYARNENEK IKI, VOLUNTARY TEACH QURAN WITHOUT BEING PAID

NENEK IKI, RELA MENGAJAR QURAN TANPA DIBAYARBANJARMASIN. Kali ini (29/06) tim penyaluran RZ Banjarmasin mendistribusikan Paket Syiar Qur’an (SQ) di daerah Sungai Andai, Banjarmasin. Dalam kesempatan tersebut berhasil dibagikan sebanyak 15 paket Al-Quran dan 10 Iqro.

Adapun salah satu penerima manfaatnya adalah Nenek Iki yang nama aslinya adalah ibu Aminah. Ibu Aminah (58) adalah sosok perempuan yang luar biasa. Niat tulusnya membantu warga sekitar rumahnya agar bisa membaca Al-Quran sangatlah mulia. Rumahnya dengan ukuran 6×6 yang disewanya ia jadikan tempat untuk anak-anak tetangga belajar membaca Al-Quran.

Aktifitas ini dilakukannya sejak ia menempati tempat ini 10 tahun silam. Di usianya sekarang ini, beliau tetap semangat menyebar syiar agama. Antusias dari anak-anak belajar mengajilah yang membuatnya tetap bersemangat.

Usianya yang tua tentulah bukan halangan. Diakui Aminah kondisi fisik dirinya tidaklah sebugar orang yang masih muda. Penyakit yang sering dialami orang seusianya juga ada pada dirinya. “Saya ini terindikasi darah tinggi, asam urat juga kolesterol. Beberapa waktu lalu sempat dirawat di rumah sakit,” cerita ‘nenek Iki’, begitu warga sekitar memanggilnya (Iki, nama cucu Aminah). Beruntung sakitnya ini sekarang sudah membaik dan Aminah bisa kembali mengajar membaca Al-Quran.

Dan dengan adanya Syiar Quran yang bertujuan membagikan Al-Quran dan Iqro gratis kepada masyarakat yang memerlukan, nenek Iki merasa sangat terbantu dan menyambutnya dengan antusias. Lantas ia bercerita kalau masih banyak anak muridnya yang memerlukan bantuan Iqro maupun Al-Quran.

“Saat anak-anak belajar, ada yang menggunakan satu Iqro untuk dua orang. Quran pun juga, mereka harus bergantian membacanya,” ucapnya. Tak hanya mengajar di rumahnya, Aminah pun dengan suka rela mendatangi ke setiap rumah tetangga yang ingin belajar membaca Al-Quran.

“Mereka tak mau datang ke rumah Saya karena malu. Karena Saya datangi ini hampir semuanya orag tua yang belum bisa membaca Al-Quran,” bebernya. Beberapa warga menurutnya layak mendapatkan bantuan Quran. Sebab dalam satu rumah mereka hanya mempunyia satu Quran, itu dipakai bisa untuk empat orang. “Jadi mereka belajarnya bergantian,” sahutnya lagi.

Selama Ramadan, hari-hari nenek Iki dihabiskan dengan kesibukan rumah tangga. Ia tinggal bersama, suami, anak dan beberapa orang cucu. Ia juga merawat suaminya yang sempat sakit terkena stroke. Selain itu waktunya dihabiskan untuk mengajar membaca Al-Quran.

Newsroom/Misran Fauzie
BanjarmasinNENEK IKI, RELA MENGAJAR QURAN TANPA DIBAYARBANJARMASIN Old age is certainly not a hindrance. Aminah recognized her physical condition was not as fit as those who are young. Disease is often experienced by people on her age is also on herself. “I have indicated high blood pressure, uric acid also cholesterol. Some time ago had to be hospitalized, ” ‘Nenek Iki’ stated, so the local people called her (Iki is Aminah grandchildren’s name). Luckily the disease is now getting better and can go back to teach Quran.

And with Syiar Quran pcakages which aim to share free Quran and Iqro to people in need, Nek Iki felt really helped and welcomed the Quran given him with enthusiasm. Then she told to RZ that that many children who need Iqro and Quran.

“When children learn, anyone use one Iqro for two people. Meanwhile for Quran, they should take turns reading it, “She said. Not only teaching in her home, Aminah voluntarily goes to every neighbor house who wants to learn or to read Quran.

“They don’t want to come into my house because of embarrassment. Because I have attended almost all elderly who cannot read Quran, “she explained. According to her some residents are eligible for Quran assistance because in their homes they just have one Quran and it is used for four people. “So they took turns learning Quran,” she said again.

During Ramadan, IN everyday life nenek Iki is buzy with household work. She lives with her husband, children and several grandchildren. He also cared for her husband who suffered from stroke. Besides that she spent her time to teach Quran

Newsroom/Misran Fauzie
Banjarmasin

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia