Mengapa Islam Mengajarkan Berkata Baik atau Diam? Ini Penjelasannya

oleh | Jun 19, 2026 | Inspirasi

Dalam ajaran Islam, lisan memiliki kedudukan yang sangat krusial. Rasulullah SAW menempatkan kemampuan menjaga lisan sebagai salah satu tolok ukur utama dari kesempurnaan iman seseorang.

Prinsip ini termaktub jelas dalam hadis sahih yang sangat populer:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam.” HR. Bukhari & Muslim

Lantas, mengapa Islam memberikan penekanan yang begitu kuat pada pilihan “berkata baik atau diam”? Berikut adalah penjelasan mendalamnya dari sudut pandang syariat, psikologis, dan sosial.

Baca juga : Yuk, Jaga Lisan! Ketahui Adab Berbicara dalam Islam

1. Lisan adalah Cerminan Hati dan Iman

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa istiqamahnya iman seseorang sangat bergantung pada istiqamahnya hati, dan hati tidak akan lurus sebelum lisannya lurus. HR. Ahmad

Perkataan yang keluar dari mulut kita adalah cerminan langsung dari apa yang ada di dalam hati. Membiasakan diri hanya mengucapkan kata-kata yang baik (seperti zikir, nasihat, pujian tulus, dan kata-kata santun) secara tidak langsung akan membersihkan dan menenangkan hati kita sendiri.

2. Menghindari Bahaya “Lidah Lebih Tajam dari Pedang”

Islam sangat menjunjung tinggi kedamaian dan kehormatan sesama manusia. Luka fisik akibat senjata bisa sembuh dalam hitungan hari, namun luka hati akibat lisan yang tajam (seperti ghibah, fitnah, cacian, atau bullying) bisa bertahan seumur hidup dan merusak tali silaturahmi.

Ketika kita memilih diam saat tidak memiliki perkataan yang bermanfaat, kita sedang menyelamatkan diri sendiri dan orang lain dari potensi konflik, sakit hati, dan permusuhan.

3. Setiap Ucapan Dicatat secara Akurat

Islam mengingatkan bahwa manusia tidak hidup tanpa pengawasan. Setiap patah kata yang meluncur dari bibir kita, baik di dunia nyata maupun lewat ketikan di media sosial, tidak akan menguap begitu saja. Allah SWT berfirman:

“Tidak ada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” QS. Qaf: 18

Dengan menyadari adanya pengawasan melekat dari malaikat Raqib dan Atid, seorang Muslim akan berpikir seribu kali sebelum berbicara. Jika ucapan itu tidak membawa pahala, maka diam adalah pilihan yang jauh lebih aman untuk akhiratnya.

4. Rem Darurat Melawan Hawa Nafsu dan Amarah

Saat manusia dikuasai oleh amarah, ego, atau rasa ingin dipuji, lisan cenderung menjadi liar. Kita sering kali memotong pembicaraan orang lain, merasa paling tahu, atau mengeluarkan makian yang kelak akan kita sesali.

Perintah untuk “diam” di sini berfungsi sebagai rem darurat. Diam saat marah atau saat tidak mengetahui duduk perkara sebuah masalah adalah bentuk kendali diri (jihad nafsu) yang sangat tinggi nilainya dalam Islam.

5. Selamat dari Siksa Neraka

Dalam sebuah dialog antara Rasulullah SAW dan Mu’adz bin Jabal, Mu’adz bertanya apakah manusia akan disiksa karena ucapannya. Rasulullah SAW menjawab bahwa tidak ada yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka dengan wajah tersungkur melainkan karena buah dari hasil lisan mereka sendiri. HR. Tirmidzi

Oleh karena itu, diam bukan berarti kalah atau lemah. Dalam Islam, diam ketika berpotensi menimbulkan dosa adalah sebuah kemenangan dan keselamatan.

Baca juga : Doa Nabi Musa untuk Kelancaran Bicara: Agar Presentasimu Dimudahkan

Kesimpulan: Formula 3 Detik Sebelum Berbicara

Untuk mengamalkan ajaran ini di era modern, kita bisa menerapkan formula sederhana sebelum berbicara atau mengetik komentar di media sosial. Ajukan tiga pertanyaan ini pada diri sendiri:

  1. Apakah ucapan ini benar (valid/bukan hoaks)?
  2. Apakah ucapan ini perlu dan bermanfaat untuk disampaikan?
  3. Apakah ucapan ini disampaikan dengan cara dan waktu yang baik?

Jika salah satu jawabannya adalah “tidak”, maka pilihan terbaik yang diajarkan Islam adalah diam. Diamnya seorang mukmin dengan niat menjaga diri dari dosa adalah ibadah yang bernilai pahala.

Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait