PAGUYUBAN NGALAMANDIRI, KOMUNITAS WIRAUSAHA DESA BERDAYA SUKUN, MALANG

MALANG. (12/04) Fasilitator Rumah Zakat, Muhammad Yanuar Santoso bersama para anggota binaan membentuk paguyuban atau komunitas wirausaha yang diberi nama Ngalamandiri di Desa Berdaya Sukun, Malang.

“Sekarang kami juga fokus menciptakan komunitas pelaku UMKM Ngalamandiri. Ngalam itu kebalikan dari Malang. Harapannya, semoga dengan adanya komunitas ini, usaha yang sedang dijalankan para anggotanya bisa mandiri secara finansial,” tutur Rudeq .

Rudeq menambahkan, Paguyuban Ngalamandiri bertujuan untuk merekrut sebanyak-banyaknya para pelaku usaha potensial yang ada di wilayah Desa Berdaya Sukun. Apabila kondisi usahanya masih termasuk kategori yang memerlukan bantuan, maka akan disinergikan dengan Program Pemberdayaan Ekonomi Rumah Zakat. Sebaliknya, apabila kondisi usahanya sudah maju dan berkembang, akan dijadikan sebagai mentor bisnis.

Adapun program dari Paguyuban Ngalamandiri tersebut, diantaranya koperasi syariah untuk anggota, program sembako murah untuk anggota dan masyarakat sekitar, pelatihan bersama dinas pemerintah, kunjungan wirausaha, kajian keislaman, mentoring bisnis dengan mengundang para pakar bisnis, Kopdar yang dilakukan di rumah para anggota secara bergantian sebulan sekali, dan program jambore internal yang diberi nama Empowerment Camp.

“Setelah mengikuti pembinaan wirausaha dari Rumah Zakat, para anggota mengaku ada kemajuan dalam usahanya. Meskipun setiap orang beda-beda kenaikannya, tapi secara keseluruhan mereka mengatakan mengalami kenaikan omzet terhadap usahanya,” ungkap Rudeq.

Para anggota Paguyuban Ngalamandiri biasa berkumpul untuk melakukan aktivitasnya di Jalan Terusan Merpati Selatan, RT 5/3 Kel. Sukun, Kec. Sukun, Kota Malang. Lokasi tersebut merupakan tempat usaha Yohanes Wahyudi, salah satu member UMKM binaan Rumah Zakat yang berjualan STMJ (Susu, Telur, Madu, Jahe).

Newsroom
Lailatul Istikhomah

Tags :
Konfirmasi Donasi