BPKH Bersama Rumah Zakat Gelar Pelatihan Guru Alquran untuk Perkuat Literasi Alquran di Jakarta

oleh | Okt 12, 2026 | Berita

Jakarta, 10 Oktober 2026 — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Rumah Zakat menyelenggarakan Program Pelatihan Guru Alquran Yayasan Sanggar Al-Quran Mardani Lima di Hotel Gren Alia Kwitang, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2026). Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengajar sekaligus mendukung upaya pemberantasan buta huruf Alquran di DKI Jakarta.

Kegiatan ini dihadiri Anggota Komisi VIII DPR sekaligus Wakil Ketua MPR, Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, M.A.; Kepala Divisi Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan Kemaslahatan BPKH, Dr. Dyah Rahayu, S.H., M.H.; Kepala Representative Rumah Zakat Daerah DKI Jakarta, Indrayanto; Ketua Yayasan Sanggar Al-Quran Mardani Lima, Ustaz Itang Rusmana, Lc., M.H.; serta jajaran pengurus yayasan dan peserta pelatihan.

Sebanyak 109 guru Alquran dari Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan akan mengikuti pelatihan yang direncanakan berlangsung selama dua hingga tiga bulan.

Sebelum program dilaksanakan, tim peneliti melakukan survei terhadap 600 responden untuk memetakan kemampuan membaca Alquran masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa 57,5% responden membutuhkan penguatan pembelajaran, dengan rincian 33,2% masuk kategori buta huruf Alquran dan 24,3% berada dalam kategori pembaca dasar.

Ketua peneliti, Ulumuddin Fakhri, dosen STIT An-Nuaimy Jakarta, menyampaikan bahwa hasil analisis menunjukkan kualitas pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan membaca Alquran serta motivasi belajar.

Temuan tersebut menjadi salah satu dasar penting untuk memperkuat kompetensi guru agar proses pembelajaran Alquran dapat berjalan lebih efektif.

BPKH Dukung Pelatihan melalui Dana Abadi Umat

Kepala Divisi Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan Kemaslahatan BPKH, Dyah Rahayu, menjelaskan bahwa program ini bersumber dari nilai manfaat Dana Abadi Umat melalui Program Kemaslahatan BPKH.

“Semoga program ini dapat membantu memberantas buta huruf Alquran, meningkatkan literasi Alquran masyarakat, serta memberikan manfaat luas bagi Indonesia, khususnya DKI Jakarta,” ujarnya.

Kolaborasi untuk Memperluas Pembelajaran Alquran

Kepala Representative Rumah Zakat Daerah DKI Jakarta, Indrayanto, berharap kolaborasi dengan BPKH dan berbagai pihak dapat terus berlanjut untuk menghadirkan program kemaslahatan bagi masyarakat.

“Semoga kolaborasi bersama BPKH dan seluruh pihak dapat terus terjalin dalam menghadirkan program kemaslahatan bagi masyarakat. Kami berharap pelatihan guru Alquran ini dapat meningkatkan literasi Alquran dan membawa manfaat luas, khususnya bagi masyarakat DKI Jakarta,” ungkapnya.

Ketua Yayasan Sanggar Al-Quran Mardani Lima, Itang Rusmana, berharap pelatihan ini juga dapat melahirkan pengajar dan penggerak dakwah yang berperan dalam pengembangan Rumah Qur’an di masyarakat.

“Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Alquran, tetapi juga melahirkan guru dan penggerak dakwah melalui pengembangan Rumah Qur’an di masyarakat. Semoga kolaborasi BPKH dan Rumah Zakat ini membawa keberkahan serta meningkatkan literasi Alquran, khususnya di DKI Jakarta,” tuturnya.

Sementara itu, Muhammad Hidayat Nur Wahid mendorong perluasan program pemberantasan buta huruf Alquran melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan dan keagamaan.

“Program pemberantasan buta huruf Alquran perlu diperluas melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, madrasah, dan pesantren agar semakin banyak masyarakat yang mampu membaca dan memahami Alquran. Program ini diharapkan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi Indonesia,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, BPKH bersama Rumah Zakat dan Yayasan Sanggar Al-Quran Mardani Lima berharap semakin banyak guru yang mampu mendukung peningkatan kemampuan membaca Alquran dan memperluas akses pembelajaran bagi masyarakat di DKI Jakarta.

Sahabat, mari tunaikan zakat, infak dan sedekah bersama Rumah Zakat.

Newsroom

Muhammad Rizal Rahman