PERDANA: PEMBAGIAN RAPORT SISWA SMP JUARA BANDUNG

BANDUNG. Setelah melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) beberapa pekan lalu, SMP Juara Bandung melaksanakan pembagian raport siswa, Jumat (24/12). Agenda sakral bagi siswa ini dihadiri oleh seluruh orang tua siswa SMP Juara.

Orangtua yang pertama kali datang dalam pembagian raport kali ini adalah ayah dari Nani. Ia berprofesi sebagai scurity. Ia langsung datang ke sekolah dari tempat kerja.Siswa lain, Silvia, rapotnya diterima oleh ibunya yang ternyata sedang dalam keadaan kurang sehat. Amar, salah salah satu siswa yang memiliki kakak di sekolah lain, ibunya datang setelah mengambil raport kakaknya.

Kegiatan yang dilaksanakan di SMP Juara ini bersifat terpadu. Tidak hanya pendidikan akademik yang mereka dapatkan tapi juga pendidikan keagamaan. Sistem pendidikan berbasis kompetensi membuat siswa SMP Juara dapat mengeksplorasi kemampuannya dalam berbagai bidang. Selain itu, pelaksanaan praktek lapangan yang dilakukan lebih intens membuat para siswa tidak mengalami kejenuhan dalam belajar. Salah satu contoh pelibatan siswa melalui praktek lapangan adalah kegiatan kewirausahaan. Pendidikan keagamaan dilaksanakan melalui kegiatan mentoring yang dilaksanakan setiap pekan. Pembiasaan ibadah wajib dan sunah dilaksanakan melalui evaluasi dalam mentoring ini. Mereka dibiasakan sholat berjamaah, sholat sunat dhuha, membaca Al-quran secara rutin setiap hari, menghafal Al-quran, dan berpakaian sopan dan islami di rumah. Untuk menjaga perkembangan psikis mereka, dilakukan juga bimbingan dan konseling.

Tidak tertinggal, pendekatan dan pembinaan kepada orangtua siswa juga dilakukan. Setiap bulan dilaksanakan parenting school. Untuk mempererat sinergi antara orangtua dan pihak SMP Juara pun dilakukan home visit secara rutin ke rumah-rumah siswa. Berdasarkan pantauan para guru serta wawancara dengan orangtua siswa,
sampai dengan tengah tahun ajaran ini terlihat sisi kepribadian siswa yang semakin berkembang. Orangtua siswa pun banyak yang mengaku anaknya semakin rajin melaksanakan ibadah-ibadah sunah.

“Alhamdulillah anak saya ada perubahan, baik sekali. Jilbabnya tidak pernah lepas, baik di rumah apalagi jika keluar rumah. Selain itu, sholat dhuhanya, dan membaca Al-qurannya sangat rajin. Bapak sangat senang melihat perubahannya,” menurut orangtua Zakiyatunnisa, kelas Al Ghorizm. Selain itu, Cicih Suhendar, wali dari Naim dan Agil, berpendapat “Subhanallah di sekolah ini anak-anak kami diajari sholat sunah dluha setiap hari. Kami belum membiasakan hal tersebut di panti asuhan. Hal ini membuat kawan-kawannya yang ada di panti asuhan terpacu untuk melaksanakan sholat dhuha.”

Kepala SMP Juara, Jajang Sudarsa menyampakan bahwa semangat dan kesungguhannya belajar siswa sudah baik. Beberapa siswa yang tidak masuk sekolah umumnya karena tidak memiliki ongkos atau karena sakit. “Akhir-akhir ini Kota Bandung diguyur hujan yang sangat lebat. Namun, seorang siswa yang rumahnya digenangi banjir tetap hadir ke sekolah. Selain itu beberapa siswa telah mulai menunjukkan kemandiriannya dengan berusaha berjualan di sekolah untuk menambah ongkos yang diberikan orang tua mereka,” tambah Jajang.***
Newsroom/ Linda Handayani
Bandung

Tags :
Konfirmasi Donasi