[:ID]PETUGAS AMBULAN RUMAH ZAKAT EMPATI TERHADAP KELUARGA PASIEN[:en]FREE AMBULANCE OFFICER’S DUTY[:]

[:ID]PETUGAS AMBULAN RUMAH ZAKAT EMPATI TERHADAP KELUARGA PASIENJAKARTA. Nur Alamsyah merupakan salah satu petugas ambulan Rumah Zakat bersama mitra Lottemart yang beroperasi di wilayah Jakarta Barat. Rabu (10/05) pagi, Alamsyah kembali melakukan pengantaran salah satu pasien yang menderita kanker otak.

Tempat penjemputan pasien berlokasi di bilangan Perkici, Tangerang Selatan menuju Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Cawang, Jakarta Selatan. Setiap harinya, Alamsyah melaksanakan tugasnya untuk melayani pasien ambulan gratis atas permintaan masyarakat Kota Jakarta dan sekitarnya.

Rumah Zakat memfasilitasi pasien mulai dari pengantaran, penjemputan sampai fasilitas ambulan stand by yang berfungsi sebagai tim medis dalam berbagai kegiatan. Selama bertugas menjalankan kewajibannya, Alamsyah mengungkapkan sering ikut empati terhadap keluarga pasien yang sedang mendapatkan musibah, entah itu sakit ataupun meninggal.

“Saya sempat berbincang sebentar dengan istri pasien. Katanya ingin minta diantar lagi minggu depan. Selepas itu saya diam, karena terlihat sekali istrinya sangat sedih, jadi saya nggak mau ganggu, hanya bisa berjaga-jaga saja siap menolong jika dibutuhkan,” ungkap Nur Alamsyah.

Newsroom/Dian Ekawati

Jakarta

 [:en]

PETUGAS AMBULAN RUMAH ZAKAT EMPATI TERHADAP KELUARGA PASIENJAKARTA. Nur Alamsyah is one of the ambulance officers of Rumah Zakat with Lottemart operating in West Jakarta area. Wednesday (10/05) morning, Alamsyah escorted one of the patients who suffered from brain cancer.

The patient picked up in Perkici, South Tangerang to the National Central Brain Hospital, Cawang, South Jakarta. Every day, Alamsyah performs her duty to serve free ambulance patients at the request of the people of Jakarta and surrounding areas.

Rumah Zakat facilitates patients ranging from delivery, pick-up to stand-by ambulance facility that serves as a medical team in various activities. During the duty of carrying out her obligations, Alamsyah expressed that he often feels empathy to the family of patients who are getting calamity, whether it is sick or died.

“I had a brief chat with the patient’s wife. She said he wanted to ask to be escorted again next week. After that I was silent, because it seems that she was very sad, so I do not want to disturb, just be on stand ready to help if needed, ” Nur Alamsyah said.

Newsroom/Dian Ekawati

Jakarta [:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia