PROGRAM BELI DAN BERI BANTU PETANI TETAP BERTAHAN DI MASA PANDEMI

Rumah Zakat Action lewat program Beli Beri berinisiatif membeli sayur mereka dengan harga yang pantas. Tercatat 100 kg terong dan 100 kg tomat yang dibeli dan dijadikan 100 paket sayur selanjutnya diberikan kepada warga.

PROBOLINGGO, RUMAH ZAKAT – Pandemi yang belum bisa diprediksi kapan akan berakhir, memberi dampak buruk kepada semua sektor termasuk sektor pertanian. Para petani sayur di Desa Berdaya Kedungrejoso, Kabupaten Probolinggo turut merasakannya.

Harga sayur yang merosot tajam ditambah jarangnya ada tengkulak yang datang untuk membeli hasil sayur mereka otomatis berimbas pada pendapatan petani.

“Sering karena sudah gak ada yang mau beli, terong hasil kebun saya bagi-bagikan ke tetangga yang mau,” kata Aminah, petani sayur terong ungu dan hijau.

Lain lagi dengan Rasuk, dirinya mengungkapkan bahwa kadang dia biarkan buah tomat sampai kering dan berguguran dari pohonnya ketika harga jualnya lebih rendah dari biaya panennya.

“Daripada saya semakin rugi dengan keluarkan biaya untuk ongkos angkut dan memetik tomat, saya biarkan aja tomat itu kering dan jatuh sendiri di pohonnya,” kata Rasuk.

Atas dasar itulah, Rumah Zakat Action lewat program Beli Beri berinisiatif membeli sayur mereka dengan harga yang pantas. Tercatat 100 kg terong dan 100 kg tomat yang dibeli dan dijadikan 100 paket sayur selanjutnya diberikan kepada warga.

Newsroom

Fuad Saifullah/Amri Rudiana

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia