RENUNGAN AKHIR RAMADHAN

Oleh Humaedi
Rumah Zakat-Cilegon

Puasa sebentar lagi usai dan pamit undur diri, lalu apakah kita kembali fitri atau menjadi manusia yang menyesali hari-hari puasa yang berlalu tanpa arti, tanpa usaha peningkatan diri dan tanpa pendekatan pada Ilahi? Pada diri kita sendiri jawaban itu bisa dicari dan ditindaklanjuti dengan perbaikan diri, sebelum Ramadhan pergi.

Malam waktu introspeksi diri, menimbang diri apa yang kita cari? Apa yang telah kita beri? Apa yang harus kita kurangi? Apa yan harus kita perbaiki? Apa yang selama ini kita cueki? Apa yang harus kita peduli? Ramadhan bulan menghisab diri agar saat Ramadhan pergi kita menjadi manusia sejati.

Setelah berpuasa, semoga kita sadar bahwa sia-sia saja mencari kebenaran di luar jalan agama karena hanya Allah yang menjamin kepastian kebenaran, karena akal pikiran manusia hanya janjikan kebenaran nisbi yang mungkin benar tapi mungkin juga salah. Karena tanpa kepastian manusia akan habiskan umur pendeknya, hanya untuk mencari-cari tanpa pernah bertemu kebenaran sejati. Hanya agama yang memberi jalan yang lapang dan lurus pada manusia untuk meraih kebenaran dan bila manusia teguh beriman kebahagiaan akan malu bila tak menjadi teman sejatinya.

Puasa melatih diri untuk tidak meletakkan bahagia pada pencari materi karena bahagia bergantung materi adalah semu dan sumber kekecewaan hati, karena begitu manusia mencapainya akan segera disadarinya bahwa bahagianya sirna bersama diraihnya benda-benda yang didambakannya. Karena rahasia dan bahagia sejati hanya ada pada agama yang lurus dan iman yang kuat, serta dipegang dan bakti pada Allah yang tiada bandingan.

Semoga Ramadhan kita kali ini benar-benar bermakna dan segala amaliyah kita selama Ramadhan diterima oleh Allah SWT, serta kita mendapatkan kemenangan sejati di hari yang fitri.

Tags :
Konfirmasi Donasi