Boyolali, 16 September 2026 — Jeriken dan berbagai wadah penampung dibawa warga Desa Ngaren, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, saat bantuan air bersih dari Rumah Zakat tiba di tengah kemarau panjang.
Bagi warga Ngaren, kedatangan air bersih menjadi kelegaan tersendiri. Kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat sejumlah sumber air mulai berkurang. Pemenuhan kebutuhan air bersih pun menjadi tantangan bagi masyarakat.

Begitu armada pengangkut air tiba, warga langsung berdatangan dan mengantre untuk mengisi wadah yang mereka bawa dari rumah.
Air tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari minum dan memasak hingga kebutuhan sehari-hari lainnya.
Bagi warga, bantuan ini bukan sekadar pasokan air. Di tengah keterbatasan sumber air, setiap liter yang diterima membantu mereka memenuhi kebutuhan dasar keluarga.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur mendapat bantuan air bersih ini. Saat kemarau seperti sekarang, air sangat kami butuhkan. Terima kasih kepada Rumah Zakat dan para donatur yang sudah membantu warga Ngaren,” ujar Nur Aini, warga Ngaren.

Penyaluran air bersih ini menjadi bagian dari upaya Rumah Zakat membantu masyarakat yang menghadapi dampak kekeringan.
Dukungan para donatur memungkinkan bantuan air bersih disalurkan ke wilayah yang membutuhkan, terutama ketika sumber air warga mulai mengalami keterbatasan.
Bagi masyarakat Ngaren, kedatangan air bersih tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar. Bantuan tersebut juga menghadirkan rasa lega dan menguatkan harapan warga untuk melewati musim kemarau.

Di tengah tanah yang mengering dan sumber air yang semakin terbatas, aliran air bersih yang hadir di Ngaren menjadi pengingat bahwa kepedulian masih terus mengalir.
Hari itu, jeriken warga tidak hanya terisi air, tetapi juga membawa pulang rasa syukur dan harapan.
Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.
Newsroom
Muhammad Rizal Rahman


