[:ID]RUMAH ZAKAT BANTU SUPATMI KEMBANGKAN USAHA[:en]RUMAH ZAKAT HELP SUPATMI DEVELOP BUSINESS[:]

[:ID]CIREBON. Penerima manfaat bantuan ekonomi Rumah Zakat, Sri Supatmi kini sudah bisa mengembangkan usaha menjahit yang ia jalankan. Pada mulanya, Sri membuka usaha jahit di pinggir jalan sekitar pasar. Setelah mendapatkan bantuan modal usaha, Sri mulai memberanikan diri untuk pindah dan mengontrak salah satu rumah yang kemudian dijadikan tempat usaha. Ruangan kecil berukuran 2×3 meter itu kini menjadi ruangan kerja Sri.

“Alhamdulillah, 5 tahun lalu mulai mendapatkan bantuan sarana usaha berupa mesin obras. Sejak saat itu, saya mulai mengumpulkan uang dan akhirnya bisa pindah ke rumah kontrakan ini. Selain itu, penghasilan saya pun menjadi semakin banyak karena memiliki peluang yang lebih besar di sini,” ujar Sri, Selasa (11/7).

Jika sebelumnya Sri hanya mendapatkan keuntungan sebesar Rp70ribu perhari, saat ini, paling kecil Sri mendapatkan keuntungan Rp150ribu. Tidak jarang, Sri juga mendapatkan pesanan pembuatan seragam dari instansi dan lembaga di wilayah tersebut.

“Kalau dulu karena tidak ada fasilitas saya hanya buka jasa service, tapi sekarang sudah buka jasa jahitan. Ditambah kalau di pasar itu saingannya banyak, jadi kalau kita tidak jemput bola ya tidak akan dapat uang,” tutur Sri.

Setelah ditinggal oleh suami, tidak membuat Sri patah semangat. Bahkan Sri bermimpi untuk terus membesarkan usahanya itu. “Inginnya suatu saat saya bisa punya konveksi,” katanya optimis.

 

Ria Arianti

Cirebon

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 [:en]CIREBON. Beneficiaries of Rumah Zakat economic assistance, Sri Supatmi now can develop a sewing business that she ran. In the beginning, Sri opened a sewing business on the roadside around the market. After getting business capital assistance, Sri began to ventured to move and contract one of the houses that later became the place of business. The small room measuring 2×3 meters is now the workplace of Sri.

“Alhamdulillah, 5 years ago I got obras machine as business facilities assistance. From that moment, I started collecting money and finally got to move into this rented house. In addition, my income was increasing because it has a greater opportunity here,” said Sri, Tuesday (11/07).

Previously Sri only earn a profit of Rp70.000 per day, currently, the smallest Sri earn Rp150.000 profit. Not infrequently, Sri also got orders to make uniforms from agencies and institutions in the region.

“At first I just open the service, but now I open sewing services. Moreover there are so many competitors in the market, so that if I do not pick up the ball I couldn’t earn money.” said Sri.

Although she has been abandoned by her husband, it did not make Sri discouraged. Even Sri dreamed to continue to raise her business. “One day, I dream to have a convection business.” she said optimistically.

 

Ria Arianti

Cirebon

 [:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia