RUMAH ZAKAT GELAR AKSI SIAGA GIZI BALITA

RZ_Aksi_siaag _giziSURABAYA. Surabaya hingga kini masih belum terbebas dari kasus balita gizi buruk.Dikutip dari Republika Online, menurut Dinas Kesehatan Surabaya, Jawa Timur, hingga Agustus 2012, setidaknya 626 balita mengalami gizi buruk. Namun angka itu menurun drastis pada 2011 terdapat 1.027 kasus balita bergizi buruk.

Berdasarkan data di atas, penanganan gizi buruk tentu tidak bisa sepenuhnya diselesaikan oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Karena itu, Rumah Zakat cabang  Surabaya masih terus menggulirkan program-program Siaga Gizi Balita. Wilayah yang selama ini terus dilakukakan intervensi adalah di Kelurahan Gundih. Tidak hanya di situ, dalam memperingati Hari Gizi Nasional 2013, Rumah Zakat juga melakukan pendampingan gizi di wilayah lain, yaitu di Kelurahan Jojoran, Kecamatan Gubeng, Rabu (13/2).

Setelah beberapa hari di lakukan survei kepada warga di wilayah Jojoran, Gubeng ternyata banyak yang tergolong menengah ke bawah. Kondisi gizi balita juga tidak begitu baik. Menurut laporan kader posyandu yang ada, tedapat 5 balita gizi buruk dan sekitar 15 balita gizi kurang. Sehingga, pada saat pendampingan, hal pertama yang dilakukan adalah melakukan tahap pendataan agar data yang di dapat lebih valid. Namun ternyata, dalam pelaksanaan di lapangan menemui beberapa kendala. Hingga Rabu kemarin (13/2), data yang berhasil dihimpun sebanyak 14 data valid. Berdasar data Kartu Menuju Sehat (KMS), ke-14 anak tersebut memang kebanyakan adalah balita  BGM (Bawah Garis Merah). Namun, berdasar penghitungan menggunakan metode Fuzzy Sugeno, terdapat 5 balita gizi kurang dan sangat kurang. sedangkan sisanya adalah normal.

Semua balita yang terdata pada Rabu kemarin langsung diberi  “Modisco” (Modified Disco), adalah modifikasi dari ‘Disco 150’, minuman tinggi kalori (100 kal) yang formulanya terdiri dari 7,85 g susu skim, 4,73 g gula, dan 5,93 g minyak biji kapas, yang digunakan untuk mengobati gangguan gizi berat atau Kekurangan Enerji Protein (KEP) pada anak. Modisco ini gratis dan diberikan kepada masing-masing balita. Aksi ini  sudah disiapkan sebelumnya agar persediaannya cukup selama satu pekan. Pekan depan, tim Kesehatan Rumah Zakat akan kembali mengontrol dan memberikan intervensi tambahan. Selain itu, penerima manfaat juga diberikan penyuluhan dan konseling oleh ahli gizi. Rencananya, selama satu bulan atau selama 4 kali pertemuan ke depan, balita-balita tersebut akan dikontrol perkembangannya.***

Newsroom/Hifsul Aziz
Surabaya

Tags :
Konfirmasi Donasi