RUMAH ZAKAT UTUS RELAWAN KE MENTAWAI

PADANG.Siaga Bencana korban Tsunami Mentawai pekan pertama telah berakhir. Relawan Rumah Zakat trip pertama yang masih berada di Pasapuat Pulau Sikakap akan segera dipergantikan dengan relawan selanjutnya yang berangkat dari Bungus kota Padang Senin (1/10) ini.

Kegiatan ini akan terus berlanjut dengan periode yang sama dengan membawa bantuan sesuai dengan laporan kebutuhan lapangan dari hasil survey relawan yang ada di Mentawai.

Selama pekan pertama relawan membantu evakuasi dan trauma healing bagi korban juga membantu logistik bantuan ke pulau-pulau tempat pengungsi berada. Posko utama berada di Kampung Muslim Pasa Puat, dekat dengan Masjid Agung Pulau Sikakap. Sedangkan pekan kedua ini bantuan yang akan didistribusikan Rumah Zakat antara lain bantuan logistik terdiri dari hygiene kit 150 paket, 150 selimut, 100 kg bahan mentah makanan serta 320 kaleng kornet Superqurban dengan total bantuan senilai Rp 100 juta.

Menurut Branch Manager Rumah Zakat Cabang Padang, Syahrul Mubaraq saat melepas keberangkatan relawan, total relawan yang dikirim adalah sebanyak sepuluh personel, tentunya dengan seleksi ketat menurut kapabilitas lapangan yang memadai. “Apalagi cuaca ekstrim membutuhkan relawan tangguh,” ujarnya.

Dari data yang dikirimkan relawan Rumah Zakat yang berada di Pulau Sikakap lewat pesan singkatnya, korban tsunami Mentawai 25 Oktober 2010 lalu yakni 449 orang meninggal dunia dan 96 orang masih hilang. Korban yang mengalami luka-luka ketika terjadi gempa dan tsunami yakni, 270 orang mengalami luka berat, 142 orang kondisi luka ringan. Warga yang berada pada tempat pengungsian sebanyak 14.983 jiwa. Rumah warga yang rusak akibat gempa dan tsunami sebanyak 517 unit kondisi rusak berat, 204 unit rumah rusak ringan. Rumah Dinas 4 unit, 2 unit rusak berat resort, 1 unit kapal pesiar terbakar, 1 gereja, 1 unit kapal pesiar rusak ringan.

Cuaca ekstrim masih menjadi kendala dalam pendistribusian barang bantuan. Hari Sabtu lalu bahkan relawan sempat tertahan seharian di Pulau Sikakap dan tidak bisa melakukan perjalanan ke Pagai Selatan dikarenakan hujan badai disertai ombak tinggi sehingga mengakibatkan kapal tidak bisa menembus perjalanan melalui laut.***

newsroom/www.korandigital.com

Tags :
Konfirmasi Donasi