RZ DUKUNG CITA SEHAT FOUNDATION DALAM PROGRAM GIZI ANAK TIMUR

RZ LDKO CilegonBANDUNG. Rabu (03/09). Setelah berhasil dan bermanfaat dalam program gizi di 7 lokasi di Indonesia barat, Cita Sehat Foundation yang merupakan salah satu member of RZ berencana akan menyambangi Indonesia Timur, seperti Halmahera, Flores, Papua Barat dan pulau lainnya untuk membawa misi perbaikan gizi dan kesehatan bagi anak-anak yang sangat butuh perhatian.

Sukses dengan program Kebun Gizi Yogyakarta dan berhasil manjadi juara 1 kategori Nutrisi pada MDG’s awards tahun 2013. Kini Cita sehat foundation kembali melaunching Program dengan thema “Gizi anak Timur”. Dilatarbelakangi dengan partisipasi untuk mewujudkan Millenium development goals tahun 2015, Pada point pengentasan kemiskinan dan kelaparan extreem dan penurunan Angka kematian pada anak.

Pada salah satu tujuan MDG’s adalah Menurunkan angka kematian anak. Anak-anak, terutama bayi, lebih rentan terhadap penyakit dan kondisi hidup yang tidak sehat. Itulah sebabnya tujuan keempat MDGs adalah Mengentaskan kemiskinan dan kelaparan extreem dan mengurangi jumlah kematian anak.

pada Susenas 2006 dilakukan penimbangan sejumlah anak sebagai sampel. Hasilnya, mencemaskan, karena lebih dari seperempat anak-anak Indonesia kekurangan gizi. Target kedua MDGs adalah mengurangi jumlah anak-anak yang kekurangan gizi hingga separuhnya. Pada 1990, angka kekurangan gizi pada anak-anak sekitar 35,5%, jadi harus ditekan menjadi sekitar 17,8%. Melihat kecenderungan sejak 1990, tampaknya tidak terlalu sulit mencapai target tersebut. Sayangnya, beberapa tahun terakhir sejak 2000, angkanya naik kembali.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2013, Kasus gizi kurang tahun 2010 sebesar 17,9% dan 2013 meningkat sebesar 19,6%. Kasus gizi kurang banyak ditemui di wilayah Indonesia Timur (Papua, NTT), Asupan makanan bagi anak dan edukasi orang tua masih kurang, Perlu pendampingan perbaikan gizi di Indonesia Timur.

angka anak bertubuh pendek (stunting) ada 37 persen. tingginya prevalensi anak pendek ini disebabkan buruknya asupan pangan yang diterima pada saat dalam kandungan dan setelah lahir. Anak yang kurang gizi biasanya lahir dengan berat badan di bawah 2,5 kilogram.

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengakui kondisi gizi buruk ini masih ada, tapi jumlahnya setiap tahun terus menurun. Menurut Nafsiah, anak bertubuh pendek banyak ditemukan di wilayah Indonesia bagian timur, seperti Nusa Tenggara Timur dan Papua. Data Riskesdas menyatakan jumlahnya lebih dari 8 juta.

Menurut Nafsiah, saat ini pemerintah terus mengkampanyekan perbaikan pangan mulai dari masa kehamilan ibu. Selain itu, pemerintah juga menjalankan program khusus di sebelas provinsi yang terdiri atas 64 kabupaten dan 7 ribu desa. “Kami lakukan penanganan dan intervensi kesehatan secara lebih spesifik untuk daerah-daerah yang masih rendah angka kecukupan gizinya.” Tak hanya anak bertubuh pendek, hasil Riset Kesehatan Dasar 2013 juga mencatat asupan gizi buruk menyebabkan anak kurus sebesar 11,9 persen dan kegemukan 11,2 persen.

Dengan latar belakang tersebut, RZ bersama Cita sehat foundation sebagai mitra penyalur dalam program-program kesehatan masyarakat akan fokus pada perbaikan Gizi anak Indonesia Timur, terutama pada wilayah Papua, Halmahera dan Flores. Dengan tujuan meningkatkan Status gizi anak-anak di wilayah Indonesia Timur.

Sasaran dari program ini tentu anak-anak Indonesia Timur terutama wilayah Papua, Halmahera dan Flores. Dengan Fokus garapan Bidang kesehatan menjadi prioritas program khususnya dalam masalah gizi anak berupa pemberian asupan gizi anak dan edukasi orang tua.***

Newsroom/citasehat.org
Bandung

Tags :
Konfirmasi Donasi