SELAMAT DARI GEMPA, KINI RENA TINGGAL DI HUNTARA

LOMBOK. (19/09) Rena, seorang Ibu dua anak yang mengungkapkan bahwa dirinya merasa panik saat gempa melanda wilayah Lombok Utara. Saat gempa terjadi, ia sedang menggendong buah hatinya yang baru berusia 45 hari. Saat itu, suaminya Husnain sedang berada di luar rumah bersama anak sulungnya.

Rena berusaha keluar rumah untuk menyelamatkan diri sambil menggendong anaknya. Namun, saat sudah menuruni tangga, kakinya terasa kaku dan lemas. Ia pun berhenti melanjutkan perjalanan ke luar rumah.

Seluruh bangunan yang ada di sekitarnya saat itu runtuh. Tapi anehnya bangunan yang dipakai untuk berlindung tidak ikut runtuh.

“Mungkin ini adalah kuasa Allah untuk melindungi anak dan diri saya,” ia menceritakan kejadian tersebut dengan mata berkaca-kaca.

Setelah gempa berhenti, Rena berhasil keluar rumah dan bertemu dengan suaminya. Seluruh warga berkumpul di lapangan Desa Menggala untuk mengungsi. Saat hari pertama mengungsi, ia tidak bisa tidur. Rasa takut sangat kuat akan datangnya gempa susulan. Keadaan itu merupakan hal yang paling sulit bagi Rena.

Meskipun ada tempat berlindung berupa tenda, tetap saja di siang hari mereka merasa kepanasan, begitupun pada malam hari. Renapun merasa beruntung setelah mendapatkan hunian sementara dari Rumah Zakat.

“Saya merasa lebih tenang setelah mendapatkan hunian dari Rumah Zakat.” ujarnya.

Kebahagiaan saat mendapatkan hunian terlihat dari raut wajahnya. Ia berharap semoga warga lain bisa merasakan kebahagiaan yang sama, mendapatkan hunian seperti dirinya.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada donatur dan Rumah Zakat. Semoga rezekinya Allah lipat gandakan supaya warga lain bisa mendapatkan hunian seperti saya.” pungkasnya.

Saat ini 55 Rumah Hunian Sementara (Huntara) sudah didirikan di Desa Menggala Kecamatan Pamenang Lombok utara, masing – masing Rumah Hunian ini sudah ditempati oleh pengungsi.

Newsroom

Eti / Lailatul Istikhomah

Tags :
Konfirmasi Donasi