SEMANGAT KHUMAROH DALAM MENJUAL BUBUR JAMU CORO

DEMAK. Mendengar kata “Coro”, bagi orang jawa pasti merasa jijik. Karena Coro itu berarti kecoa dalam Bahasa Indonesia. Namun beda dengan Coro yang berbentuk bubur jamu yang satu ini. Bubur Jamu Coro adalah salah satu makanan tradisional di Demak.

Berisi bubur tepung beras dan Jamu Coro. Jamu Coro ini warnanya coklat agak kental yang bumbu racikannya adalah rempah-rempah ditambah jahe dan merica. Makanan ini bisa sebagai menu sarapan pagi, banyak yang suka karena bubur Jamu Coro ini bisa menghangatkan badan.

Sebut saja Khumaroh, ia adalah member binaan Rumah Zakat Desa Berdaya Jogoloyo Kabupaten Demak, pembuat bubur Jamu Coro. Satu setengah tahun berjualan keliling naik sepeda menawarkan bubur Jamu Coro dari rumah ke rumah.

Sambutannya luar biasa dan hampir setiap hari bubur Jamu Coro yang dibuatnya habis.

“Penghasilan saya per hari bisa 150 rb mbak,” Tutur Khumaroh.

Sekarang Khumaroh tidak lagi berkeliling karena ada anak yang masih kecil tidak bisa ditinggal. Dengan segala keterbatasannya, beliau masih mencoba berjualan Bubur Jamu Coro di depan rumahnya dengan
gerobak sederhana. Penghasilannya belum bisa sebanding sewaktu beliau berkeliling. Rumah Zakat melalui Ratri Puspasari, Fasilitator Desa Berdaya di Desa Berdaya Jogoloyo, terus memotivasi Khumaroh agar tetap bersemangat dan mempercantik lokasi jualannya.

Newsroom
Kuna / Lailatul

Tags :
Konfirmasi Donasi