TIPS BERPUASA BAGI IBU HAMIL

Bulan Ramadhan selalu dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Dengan berpuasa tubuh akan kembali ke titik seimbangnya atau sehat. Seperti hadis Nabi berikut ini:

“Berpuasalah, maka kamu akan sehat.” (HR. Ibnu Suni & Abu Nu’aim)

“Segala sesuatu ada zakatnya. Dan zakatnya tubuh adalah puasa.” (HR. Ibnu Majah)

Selain dalam rangka ketaatan kepada Allah, puasa juga merupakan momen detoksifikasi tubuh. Puasa juga bermanfaat menyeimbangkan kadar gula darah, melancarkan metabolisme, menyeimbangkan asam basa tubuh, dan banyak lagi manfaat baik lainnya.
Namun tidak semua orang sanggup menjalankan ibadah ini. Seperti orang sakit, musafir, lansia, dan ibu hamil (QS. Al Baqarah 184).
Nah, khusus bagi ibu hamil, hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan puasa? Yuk, simak poin-poin berikut ini:

Kondisi Kesehatan
Sebelum memutuskan untuk melaksanakan ibadah puasa, sebaiknya Bumil berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan. Biasanya akan disarankan untuk usg. Tujuannya untuk mengecek kondisi janin. Seperti berat janin, air ketuban, posisi plasenta, dan hal lainnya. Jika semua aman, Bumil dibolehkan berpuasa. Namun jika ada indikasi gangguan, sebaiknya Bumil mempertimbangkan lagi untuk puasa.

Pada usia kandungan trisemester 1 biasanya Bumil mengalami morning sickness atau mual muntah-muntah. Pada kondisi ini, jika Bumil berpuasa, dikuatirkan menimbulkan dehidrasi dan cadangan nutrisi untuk janin terganggu. Sebab janin sepenuhnya mengambil nutrisi dari tubuh ibunya. Namun jika hal diatas tak terjadi, Bumil tetap boleh melaksanakan puasa dengan catatan asupan nutrisi tercukupi.

Berbeda dengan keadaan pada trisemester 3. Bumil yang berpuasa pada fase ini dianjurkan berkonsultasi untuk memastikan kondisi kesehatan diri dan janinnya. Pada fase ini janin membutuhkan dan menyerap lebih banyak lagi nutrisi untuk tumbuh kembang. Bumil lebih sering merasakan lapar dari trisemester sebelumnya.
Jika kondisi ibu dan janin dinyatakan baik/ aman, Bumil biasanya diberi pilihan, mau berpuasa atau tidak. Jika Bumil memilih berpuasa, maka hal yang harus diperhatikan adalah menu makannya.

Menu Makanan

Jadwal makan yang tadinya bisa kapan saja, di bulan Ramadhan dibatasi hanya sepanjang jeda berbuka dan sahur. Sebenarnya tak ada masalah dengan jadwal makan yang dibatasi ini. Bumil hanya perlu mensiasatinya dengan cermat saja. Caranya dengan mengatur varian menu berbuka dan menu sahur, serta mengatur jeda makan dari rentang berbuka hingga sahur.

Ketika bersahur, usahakan makan diakhir waktu agar jeda menahan tidak terlalu panjang. Perlu digaris bawahi, menu makanan haruslah yang memenuhi kebutuhan ibu dan janin.

Usahakan mengosumsi makanan yang berprotein tinggi. Sebab protein sangat diperlukan untuk tumbuh kembang janin. Sumber protein bisa diperoleh dari ikan, telur, daging, susu, yogurt, kacang-kacangan, dan lainnya. Selain protein, Bumil juga harus mengosumsi sayuran sebagai sumber serat, asam folat, zat besi dan unsur lainnya. Begitu juga dengan buah-buahan sebagai sumber vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh mau pun oleh janin.

Pada saat berbuka, mulailah dengan air putih dan yang manis-manis dulu. Kurma bisa jadi alternatif asupan pertama setelah membatalkan puasa. Atau bisa juga dengan minum jus (sari pati) buah. Setelah salat maghrib, barulah mulai makan besar dengan menu-menu yang memenuhi kebutuhan gizi. Tak usah terlalu kenyang. Prosesi makan masih bisa disambung sehabis salat taraweh jika Bumil masih merasa lapar dan butuh asupan makanan.

Satu hal penting lainnya ialah terjaganya cairan tubuh. Bumil wajib memenuhi kebutuhan akan air demi kesehatan dirinya sendiri mau pun sang janin. Untuk itu, sebaiknya perhatikan lagi menu makan dan minum. Hindari mengosumsi kopi, teh, serta minuman bersoda demi menghindari dehidrasi.

Olah Raga
Selain hal di atas, yang perlu diperhatikan lagi ialah olah raga. Olah raga penting demi menjaga kebugaran tubuh meskipun sedang berpuasa. Saat ini banyak tempat-tempat kebugaran yang menyediakan olah raga khusus bagi ibu hamil seperti senam hamil, pilates, dan sebagainya. Dengan berolah raga Bumil akan terbantu ketika proses persalinan nanti. Sebaiknya konsultasikan olah raga yang cocok dengan dokter atau konsultan olah raga. Selain itu, penerapan pola hidup sehat juga penting untuk diperhatikan.

 

Sumber: Ummi-online.com

Tags :
Konfirmasi Donasi