AKTIVASI POSYANDU TINGKATKANKESEHATAN BALITA

SIMALUNGUN. Kesehatan merupakan salah satu nikmat terbesar yang jarang disyukuri, padahal kesehatan adalah pondasi utama untuk menjalani kehidupan.Mengingat kesehatan sangat penting bagi setiap orang, Rumah Zakat hadir memberikan layanan Siaga

Posyandu di Desa Berdaya Sahkuda Bayu, Sumatera Utara dengan berbagai program. Diantaranya adalah dengan pemberian makanan tambahan, pemberian vaksin rutin, penimbangan balita, pengobatan untuk lansia, dan berbagai pelatihan serta penyuluhan untuk masyarakat.

“Sebelumnya kader Posyandu di desa ini sudah ada, tapi tidak terlalu aktif. Awalnya kita hanya memberikan pengobatan untuk Lansia. Alhamdulillah saat ini ada juga program Posyandu untuk ibu dan anak,” ujar Suherman, Fasilitator Desa Berdaya Sahkuda Bayu.

Program Siaga Sehat Rumah Zakat di Desa Berdaya Sahkuda Bayu baru hadir sejak tahun 2017 yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan warga dan mengontrol kesehatan anak-anak dan Balita melalui kegiatan Posyandu yang rutin diadakan setiap satu bulan sekali.

Menurut Suherman, setelah adanya Program Siaga Sehat yang diinisiasi oleh Rumah Zakat memberikan dampak positif bagi warga. Mulai dari terkontrolnya kesehatan warga, bertambahnya pengetahuan warga melalui pelatihan dan penyuluhan, serta meningkatnya produktivitas kader Posyandu di Desa
Berdaya Sahkuda Bayu, Gunung Malela, Simalungun.

“Setelah adanya pembinaan dari Rumah Zakat, kegiatan Posyandu di sini lebih terprogram, jelas, dan terjadwal dengan baik. Sebelumnya, untuk mengumpulkan kader Posyandu saja sangat sulit. Alhamdulillah, bidan di sini juga memberikan apresiasi atas adanya program kesehatan dari Rumah Zakat karena bisa saling bekerjasama,” ujar Suherman.

Selain untuk mengontrol kesehatan anak-anak, para orang tua pun diberikan berbagai penyuluhan kesehatan. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada orang tua mengenai kesehatan gizi bagi anak. Dengan adanya penyuluhan tersebut diharapkan tingkat kesehatan dan asupan gizi anak-anak di Desa Berdaya Sahkuda Bayu meningkat dan terhindar dari gizi buruk.

“Di desa ini ada beberapa balita yang terkena gizi buruk. Kami bekerjasama dengan pemerintah desa dan bidan untuk mewajibkan pemeriksaan setiap bulannya agar tidak ada yang terkena gizi buruk,” tutur Suherman.

Setelah ditelusuri, beberapa anak yang terkena gizi buruk tersebut ternyata tidak pernah diperiksakan kesehatannya ke Posyandu, sehingga kesehatan anak tidak terkontrol dengan baik. Selain diberikan berbagai penyuluhan mengenai pola hidup sehat, Suherman juga menghimbau warga untuk mengikuti program pemerintah, yaitu
BPJS Kesehatan. Menurutnya, hal tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat apabila suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan, sehingga bisa meringankan masyarakat dalam hal pembiayaan.

Newsroom
Lailatul Istikhomah

Tags :
Konfirmasi Donasi