ASURANSI KESEHATAN, PERLUKAH?

Oleh: Ahmad Gozali

Jika berbicara asuransi, maka kita berbicara tentang contingency plan alias rencana cadangan. Tentu tak ada seorang pun yg mau jatuh sakit. Tapi jika terpaksa sakit, maka kita harus punya rencana cadangan berkaitan dengan antisipasinya dari sudut pandang keuangan.

Jika terjadi sakit, apa efeknya secara keuangan? Setidaknya ada 2 akibat keuangan jika seseorang sakit. Pertama, tentu harus mengobati sakitnya sampai sembuh. Dan yang kedua, khusus untuk wirausahawan, adalah menggantikan penghasilan yang terganggu karena tidak bisa bekerja dengan normal.
Dari sudut pandang manajemen risiko, sedapat mungkin kita hindari risikonya jika memungkinkan. Jika tidak bisa, minimal kita usahakan agar peluang kejadiannya kecil. Jika terjadi pun, ada 2 langkah yg bisa dilakukan yaitu menghadapi risikonya sendiri atau tanggung risikonya bersama pihak lain.
Kita tidak bisa menghindar dari risiko sakit karena cuma orang mati yang tidak bisa sakit. Tapi setidaknya kita bisa berusaha untuk menjaga kesehatan dengan menjaga pola makan, olah raga, pola tidur dan sebagainya.

Allah juga telah memberikan janjinya, bahwa sedekah dapat menghindarkan manusia dari bencana. Maka langkah pertama dalam manajemen risiko sakit ini adalah jaga kesehatan dan perbanyak sedekah.
Berikutnya, kalaupun bencana sakit terjadi, maka pilihannya adalah menanggung akibatnya sendiri atau tanggung bersama dengan pihak lain (asuransi).

Untuk sakit yang ringan, tanpa perlu rawat inap, lebih efisien untuk menanggung sendiri biayanya karena biaya asuransinya akan terlalu mahal. Tapi untuk rawat inap, biayanya terlalu mahal untuk ditanggung sendiri dan lebih baik diasuransikan saja.

Maka langkah antisipasi risiko yang kedua adalah, miliki dana cadangan sendiri. Baru kemudian langkah ketiganya adalah miliki polis asuransi kesehatan. Untuk karyawan yang sudah memiliki asuransi kesehatan, manfaatkan dengan baik asuransi yang ada dan fahami betul syarat dan ketentuannya. Jika merasa masih kurang dari perusahaan, bisa ditambah dengan asuransi kesehatan tambahan. Tapi pastikan asuransinya yang bisa double claim bersamaan dengan asuransi dAri kantor.

Bagi wirausahawan, mau tidak mau harus miliki asuransi kesehatan sendiri. Jika memiliki karyawan sampai 20 atau 25 orang, akan lebih murah untuk membeli asuransi kesehatan secara group sekaligus untuk semua karyawan. Tapi jika tidak, maka pilihan lainnya adalah dengan unitlink atau asuransi kesehatan murni.

Tapi ingat, memiliki polis asuransi adalah langkah ketiga dalam manajemen risiko. Jangan lupakan langkah utama untuk menjaga kesehatan dan perbanyak sedekah

Tags :
Konfirmasi Donasi