Indonesia belum selesai dengan bencananya. Sejak awal 2026, tercatat 34 titik kejadian bencana tersebar dari Sumatera hingga Maluku, dengan banjir sebagai bencana yang paling banyak berdampak dan lebih dari 110 ribu jiwa terdampak sepanjang tahun ini. Dan angka itu terus bergerak karena bencana baru terus datang silih berganti.
Di balik setiap angka itu ada wajah nyata yaitu keluarga yang kehilangan tempat tinggal, anak-anak yang tidak bisa sekolah, dan lansia yang tidak punya cukup makanan untuk bertahan di pengungsian. Mereka tidak butuh simpati di layar, tapi bantuan yang nyata hari ini.
Nah, Rumah Zakat akan membahas kondisi bencana yang masih berlangsung, dalil tentang urgensi berinfak, dan cara menyalurkan infak bencana nasional melalui Rumah Zakat sekarang juga.
Kondisi Bencana Nasional yang Masih Berlangsung
Memahami kondisi aktual yang sedang terjadi membuat infak yang diberikan lahir dari kepedulian yang nyata bukan sekadar dorongan sesaat.
Data yang Perlu Diketahui Sebelum Berinfak
Hingga awal September 2026, karhutla masih mendominasi laporan bencana nasional dengan enam provinsi prioritas penanganan yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. Status Siaga Darurat karhutla di Kalimantan Tengah bahkan masih berlaku hingga 31 Oktober 2026.
Selain karhutla, banjir bandang Kabupaten Solok juga masih dalam penanganan aktif dengan satu korban yang berhasil ditemukan setelah sempat hilang. Indonesia memang tidak pernah benar-benar bebas dari bencana, dan saudara-saudara yang terdampak membutuhkan bantuan yang tidak berhenti mengalir.
Mengapa Infak untuk Bencana Sangat Dianjurkan dalam Islam?
Islam tidak mengajarkan untuk menonton kesulitan saudara dari kejauhan, apalagi jika masih ada kemampuan untuk membantu.
Dalil yang Memperkuat Urgensi Berinfak
Allah SWT berfirman dengan sangat tegas tentang kewajiban berinfak di jalan kebaikan:
وَأَنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
“Dan infakkanlah di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195)
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Perumpamaan orang-orang beriman dalam kasih sayang, saling mencintai, dan saling merasakan ibarat satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh ikut merasakan dengan tidak tidur dan demam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Seluruh tubuh merasakan. Bukan hanya sebagian yang peduli. Dan saat ini, ada bagian dari tubuh itu yang sedang sangat kesakitan dan menunggu respons dari bagian yang lain.
Baca Juga: Karhutla Belum Selesai! Yuk, Salurkan Donasi Bersama Rumah Zakat
Cara Berinfak Melalui Rumah Zakat
Rumah Zakat memiliki tim respons bencana yang sudah aktif bergerak di seluruh wilayah terdampak dengan sistem penyaluran yang transparan dan terverifikasi kepada seluruh donatur.
Berikut cara berinfak yang bisa diselesaikan dalam hitungan menit:
- Buka rumahzakat.org/donasi/infak-bencana-nasional
- Masukkan nominal infak, berapapun jumlahnya
- Pilih metode pembayaran : transfer bank, QRIS, atau dompet digital
- Klik “Donasi Sekarang” dan selesaikan transaksi
- Simpan bukti sebagai catatan kebaikan yang sudah ditunaikan
Setiap infak yang masuk langsung disalurkan oleh tim lapangan Rumah Zakat kepada korban bencana di seluruh wilayah Indonesia yang paling membutuhkan dengan laporan yang bisa diakses kapanpun.
Jangan tunda lagi. Salurkan infak bencana nasional sekarang melalui rumahzakat.org/donasi/infak-bencana-nasional.
Kesimpulan
Jadi, bencana nasional di Indonesia bukan berita yang sudah selesai tapi kondisi yang masih berlangsung dan terus membutuhkan bantuan nyata dari siapapun yang masih dalam kondisi aman dan mampu.
Setiap rupiah yang disalurkan hari ini bisa menjadi makanan, selimut, atau obat yang langsung dirasakan manfaatnya oleh mereka yang paling membutuhkan.
Kepedulian yang berhenti di level membaca berita tidak akan mengubah apapun di lapangan. Salurkan infak bencana nasional melalui Rumah Zakat sekarang dan jadikan hari ini sebagai hari di mana kebaikan berubah menjadi pertolongan yang nyata bagi saudara-saudara yang sedang dalam kesulitan.

