Berbakti kepada orang tua merupakan salah satu amal yang paling dicintai Allah SWT. Kewajiban ini tidak berhenti ketika orang tua meninggal dunia, sebab Islam mengajarkan bahwa masih ada berbagai amalan yang dapat dilakukan seorang anak untuk memberikan manfaat kepada kedua orang tuanya yang telah wafat.
Mulai dari mendoakan, bersedekah atas nama mereka, hingga menyambung silaturahmi dengan kerabatnya, semua memiliki landasan dalam Al-Qur’an maupun hadis Rasulullah SAW. Lalu, apa saja cara berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal dunia? Simak penjelasannya berikut ini.
Apakah Anak Masih Bisa Berbakti kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal?
Jawabannya, ya. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa masih ada berbagai bentuk bakti yang dapat dilakukan seorang anak setelah orang tuanya wafat. Bahkan doa anak saleh termasuk salah satu amalan yang pahalanya terus mengalir kepada orang tua.
Karena itu, jangan merasa kesempatan berbakti telah berakhir ketika orang tua meninggal dunia. Justru masih banyak amalan yang dapat menjadi bentuk cinta dan penghormatan kepada mereka.
6 Cara Berbakti Kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal
Berikut ini 6 cara yang bisa dilakukan untuk berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal menurut Islam:
1. Mendoakan Orangtua
Doa adalah salah satu bentuk bakti yang paling utama. Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an:
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.'” (Q.S. Al-Isra: 24).
Doa yang tulus dari seorang anak untuk orangtuanya, terutama setelah mereka wafat, akan mendatangkan rahmat dan ampunan dari Allah Swt.
Doa seorang anak yang saleh merupakan hadiah terbaik bagi orang tua yang telah meninggal dunia. Oleh sebab itu, biasakan untuk selalu menyisipkan doa bagi kedua orang tua setelah sholat maupun pada waktu-waktu mustajab lainnya.
Baca Juga: 8 Pintu Rezeki yang Allah Janjikan Dalam Al-Quran
2. Membayarkan Utang-Orangtua
Jika orangtua meninggalkan utang, menjadi kewajiban bagi anak-anak untuk melunasi utang tersebut. Rasulullah saw. bersabda:
“Jiwa seorang mukmin tertahan dengan utangnya sampai ia dilunasi.” (H.R. Tirmidzi).
Melunasi utang orangtua adalah bentuk bakti yang nyata dan membantu mereka di alam barzakh.
Jika memungkinkan, anak juga dapat memastikan bahwa hak-hak orang lain yang masih menjadi tanggungan orang tua segera diselesaikan agar tidak memberatkan mereka di akhirat.
3. Bersedekah atas Nama Orangtua
Bersedekah atas nama orangtua yang telah meninggal juga dianjurkan dalam Islam. Rasulullah saw. bersabda:
“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (H.R. Muslim).
Dengan bersedekah atas nama orangtua, pahala sedekah tersebut akan mengalir kepada mereka dan menjadi amal jariyah.
Sedekah atas nama orang tua dapat berupa bantuan kepada fakir miskin, wakaf Al-Qur’an, pembangunan masjid, penyediaan air bersih, atau bentuk amal jariyah lainnya yang bermanfaat bagi banyak orang.
Baca Juga: Macam-Macam Infak yang Bisa Dilakukan Setiap Muslim
4. Menyambung Silaturahmi
Menjaga hubungan baik dengan kerabat dan teman-teman orangtua adalah bentuk lain dari bakti. Rasulullah saw. bersabda:
“Sesungguhnya sebaik-baik bentuk berbakti adalah seseorang menyambung silaturahmi dengan kerabat ayahnya setelah ayahnya meninggal.” (H.R. Muslim).
Silaturahmi ini menunjukkan penghormatan dan kecintaan kepada orangtua, serta menjaga hubungan baik yang telah mereka bangun semasa hidup.
Menjaga hubungan baik dengan saudara, sahabat, maupun tetangga orang tua juga menjadi bukti bahwa kita menghargai hubungan yang pernah mereka bangun semasa hidup.
5. Mengunjungi Makam
Mengunjungi makam orang tua dapat menjadi pengingat akan kehidupan akhirat sekaligus kesempatan untuk mendoakan mereka.
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam berziarah kubur karena dapat melembutkan hati dan mengingatkan manusia kepada kematian.
6. Melakukan Amalan Baik
Melakukan amalan baik seperti membaca Al-Qur’an, berpuasa sunah, atau ibadah lainnya dan menghadiahkan pahalanya untuk orangtua yang telah meninggal adalah salah satu cara berbakti.
Dalam Islam, pahala ibadah bisa dihadiahkan kepada orang lain yang telah meninggal, dengan harapan mereka mendapatkan manfaat dari amalan tersebut.
Namun, dalam beberapa jenis ibadah terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai sampainya pahala kepada orang yang telah meninggal.
Karena itu, penting bagi seorang muslim mengikuti pendapat ulama yang menjadi rujukannya. Adapun amalan seperti doa, sedekah, dan pelunasan utang memiliki dalil yang jelas dalam syariat.
Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir untuk Orang Tua
Selain doa dan sedekah, beberapa amalan berikut juga dapat menjadi bentuk bakti kepada orang tua yang telah meninggal dunia, di antaranya:
- Mewakafkan Al-Qur’an.
- Membantu pembangunan masjid atau pesantren.
- Menanam pohon yang bermanfaat bagi banyak orang.
- Menyediakan sumur atau sarana air bersih.
- Menyebarkan ilmu yang bermanfaat atas nama orang tua.
Semua bentuk amal jariyah tersebut diharapkan menjadi sebab terus mengalirnya pahala bagi orang tua selama manfaatnya masih dirasakan.
Baca Juga: Qurban untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal, Apa Hukumnya? Ini Penjelasannya
Kesimpulan
Semoga Allah Swt. memberikan kita kekuatan untuk selalu berbakti kepada orangtua, baik semasa hidup mereka maupun setelah mereka meninggal dunia.
Sahabat, mari bersedekah untuk yang telah tiada dengan bersedekah atas nama mereka. Sahabat bisa memilih program sedekah dari Rumah Zakat untuk memulai bersedekah, di sini https://www.rumahzakat.org/donasi/category/sedekah


