Abu vulkanik yang jatuh di halaman, teras, atap, atau sekitar rumah sebaiknya segera dibersihkan. Namun, membersihkannya tidak boleh asal disapu.
Partikel abu vulkanik yang kering dapat kembali beterbangan dan terhirup. Karena itu, cara membersihkannya perlu dilakukan dengan hati-hati untuk mengurangi paparan abu dan menjaga keselamatan keluarga.
BNPB menganjurkan agar abu di halaman dibasahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan. Masyarakat juga perlu menggunakan masker, pelindung mata, sarung tangan, serta pakaian yang menutup tubuh saat membersihkan abu.
Baca juga : Tas Siaga Bencana, Apa Saja yang Harus Disiapkan? Ini Daftar Lengkapnya
Mengapa Abu Vulkanik Jangan Langsung Disapu?
Abu vulkanik terdiri dari partikel yang sangat halus. Ketika disapu dalam kondisi kering, partikel tersebut dapat terangkat kembali ke udara.
Akibatnya, abu yang sudah berada di permukaan dapat kembali terhirup atau masuk ke mata.
Karena itu, membasahi abu terlebih dahulu dapat membantu mengurangi debu yang beterbangan saat proses pembersihan.
Cara Membersihkan Abu Vulkanik di Halaman
Berikut langkah yang dapat dilakukan:
1. Gunakan perlindungan diri
Sebelum mulai membersihkan, gunakan masker, kacamata pelindung, sarung tangan, pakaian tertutup, dan alas kaki.
Perlindungan ini membantu mengurangi paparan abu pada saluran pernapasan, mata, dan kulit.
2. Basahi abu terlebih dahulu
Gunakan air secukupnya untuk membasahi abu. Jangan menyemprot dengan tekanan terlalu kuat karena dapat membuat abu kembali menyebar ke tempat lain.
3. Kumpulkan secara perlahan
Setelah abu cukup basah, kumpulkan menggunakan alat yang sesuai. Hindari gerakan yang terlalu keras agar abu tidak kembali beterbangan.
4. Masukkan ke wadah atau kantong
Abu yang sudah terkumpul dapat dimasukkan ke wadah atau kantong yang sesuai. Jangan membuangnya sembarangan ke saluran air karena dapat menyebabkan penyumbatan.
5. Bersihkan permukaan setelahnya
Setelah sebagian besar abu terkumpul, bersihkan permukaan dengan air secara hati-hati.
Bagaimana Membersihkan Abu di Atap?
Bagian atap membutuhkan perhatian khusus.
Tumpukan abu vulkanik yang tebal dapat menambah beban atap dan berpotensi menyebabkan kerusakan atau bahkan keruntuhan bangunan. BNPB juga mengimbau masyarakat membersihkan abu vulkanik yang menumpuk di atap.
Namun, jangan memaksakan diri naik ke atap, terutama jika kondisi bangunan tidak diketahui aman.
Jika abu sangat tebal, atap licin, bangunan mengalami kerusakan, atau kondisi erupsi masih berbahaya, serahkan penanganannya kepada petugas atau pihak yang memiliki kemampuan dan perlengkapan yang sesuai.
Keselamatan harus menjadi prioritas.
Jangan Lupa Membersihkan Abu di Dalam Rumah
Abu vulkanik juga dapat masuk melalui pintu, jendela, atau ventilasi.
Sebelum membersihkan bagian dalam rumah, tutup sumber masuknya abu terlebih dahulu. Gunakan kain atau alat pembersih yang tidak membuat abu kembali beterbangan.
Makanan dan sumber air juga perlu ditutup agar tidak terkena abu. BNPB mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak untuk melindungi sumber air dan makanan dari kontaminasi abu vulkanik.
Hindari Aktivitas di Luar Saat Abu Masih Pekat
Jika hujan abu masih berlangsung atau konsentrasi abu meningkat, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah.
BNPB mengimbau masyarakat menggunakan masker dan pelindung mata ketika harus berada di luar serta mengurangi aktivitas luar ruangan ketika sebaran abu meningkat.
Tidak perlu terburu-buru membersihkan seluruh area jika kondisi belum aman.
Tunggu sampai situasi memungkinkan, kemudian lakukan pembersihan secara bertahap.
Baca juga : Kalau HP Mati Saat Bencana dan Terpisah dari Keluarga, Kita Ketemu di Mana?
Jangan Asal Membersihkan, Utamakan Keselamatan
Membersihkan abu vulkanik memang penting, tetapi keselamatan tetap menjadi yang utama.
Jangan menyapu abu dalam kondisi kering. Basahi terlebih dahulu, gunakan perlindungan diri, dan hindari area yang berisiko.
Jika kondisi erupsi masih berlangsung, selalu ikuti informasi dan arahan dari PVMBG, BNPB, BPBD, serta pemerintah daerah.
Abu vulkanik mungkin terlihat seperti debu biasa. Namun, cara membersihkannya tetap perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan risiko baru bagi kesehatan maupun keselamatan keluarga.
Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.


