Tas Siaga Bencana, Apa Saja yang Harus Disiapkan? Ini Daftar Lengkapnya

oleh | Sep 8, 2026 | Inspirasi

Bencana seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, dan erupsi gunung api dapat terjadi tanpa banyak waktu untuk bersiap. Karena itu, setiap keluarga sebaiknya memiliki tas siaga bencana yang berisi perlengkapan penting untuk menghadapi kondisi darurat.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Tas Siaga Bencana (TSB) disiapkan untuk membantu keluarga bertahan ketika bantuan belum datang sekaligus memudahkan proses evakuasi menuju tempat aman. Kebutuhan dasar di dalamnya disiapkan untuk sekitar tiga hari.

Baca juga : Doa Terhindar dari Bala dan Bencana, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Apa Itu Tas Siaga Bencana?

Tas Siaga Bencana adalah tas yang berisi perlengkapan penting untuk digunakan ketika terjadi bencana atau keadaan darurat.

Tas sebaiknya menggunakan bahan yang kuat dan tahan air. Selain itu, letakkan di tempat yang mudah terlihat dan cepat diambil ketika keadaan darurat.

Panduan keluarga siaga bencana BNPB juga menekankan agar tas disimpan dekat pintu keluar, mudah dijangkau, tidak terkunci, dan diperiksa secara berkala.

Apa Saja Isi Tas Siaga Bencana?

Berikut beberapa perlengkapan penting yang sebaiknya disiapkan.

1. Air Minum dan Makanan Tahan Lama

Siapkan air minum serta makanan yang mudah disimpan dan tidak cepat rusak. Contohnya biskuit, makanan siap saji, atau makanan lain yang sesuai dengan kebutuhan keluarga.

BNPB memasukkan air minum dan makanan tahan lama sebagai kebutuhan dasar untuk menghadapi kondisi darurat selama kurang lebih tiga hari.

2. Obat-obatan dan P3K

Masukkan kotak P3K dan obat-obatan pribadi yang rutin dibutuhkan anggota keluarga.

Perlengkapan ini penting terutama jika ada anggota keluarga yang memiliki kebutuhan khusus. Pastikan obat tidak kedaluwarsa dan diperiksa secara berkala.

3. Dokumen Penting

Simpan salinan dokumen penting dalam wadah kedap air. Misalnya kartu identitas, kartu keluarga, akta kelahiran, dokumen kendaraan, ijazah, dan dokumen penting lainnya.

Sebaiknya dokumen dibuat dalam bentuk salinan atau digital sehingga dokumen asli tidak perlu selalu dibawa saat evakuasi.

4. Pakaian dan Perlengkapan Pribadi

Siapkan pakaian ganti untuk beberapa hari. Pakaian dalam, celana panjang, jaket, selimut, handuk, dan jas hujan dapat disesuaikan dengan kondisi keluarga dan lingkungan.

Perlengkapan mandi seperti sabun, sikat gigi, dan pasta gigi juga dapat dimasukkan dalam tas.

5. Senter dan Alat Penerangan

Listrik dapat padam saat terjadi bencana. Karena itu, sediakan senter atau lampu kepala beserta baterai cadangan.

Alat penerangan akan membantu ketika keluarga harus bergerak dalam kondisi gelap atau melakukan evakuasi pada malam hari.

6. Ponsel, Power Bank, dan Radio

Ponsel dapat digunakan untuk mendapatkan informasi terbaru dan menghubungi keluarga. Namun, baterai bisa habis ketika listrik padam.

Karena itu, siapkan power bank yang sudah terisi. Radio portabel juga dapat menjadi alternatif untuk memperoleh informasi apabila jaringan komunikasi terganggu.

7. Peluit

Peluit berukuran kecil tetapi dapat sangat berguna dalam keadaan darurat.

Jika seseorang terjebak atau membutuhkan pertolongan, suara peluit dapat membantu menarik perhatian orang di sekitar.

8. Masker dan Perlengkapan Perlindungan

Masker dapat membantu mengurangi paparan debu atau partikel di udara, terutama ketika terjadi kebakaran atau erupsi gunung api.

Sesuaikan perlengkapan dengan potensi bencana di wilayah masing-masing.

9. Uang Tunai

Sediakan uang tunai secukupnya. Dalam situasi darurat, mesin ATM atau pembayaran digital bisa saja tidak dapat digunakan.

Tidak perlu membawa dalam jumlah besar. Yang terpenting, tersedia uang untuk kebutuhan mendesak selama proses evakuasi.

Jangan Lupa Menyesuaikan dengan Kebutuhan Keluarga

Isi tas siaga tidak harus sama untuk setiap keluarga. Kebutuhannya dapat disesuaikan dengan kondisi anggota keluarga dan jenis ancaman bencana di wilayah tempat tinggal.

Jika ada bayi, misalnya, tambahkan popok, makanan bayi, susu jika diperlukan, dan perlengkapan khusus lainnya.

Untuk lansia atau anggota keluarga dengan kebutuhan khusus, siapkan obat, alat bantu, serta perlengkapan yang diperlukan.

BNPB juga mengingatkan bahwa setiap keluarga memiliki tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, keluarga perlu mengenali ancaman di lingkungan tempat tinggal dan menentukan langkah evakuasi yang sesuai.

Di Mana Sebaiknya Menyimpan Tas Siaga?

Tas siaga bencana jangan disimpan di tempat yang sulit dijangkau.

Letakkan di lokasi yang mudah terlihat dan dekat dengan akses keluar rumah. Pastikan semua anggota keluarga mengetahui lokasinya.

Periksa isinya secara berkala. Ganti makanan atau obat yang sudah mendekati kedaluwarsa dan pastikan power bank serta baterai tetap siap digunakan. Panduan keluarga siaga BNPB 2026 juga merekomendasikan pemeriksaan tas secara berkala, minimal setiap enam bulan.

Baca juga : Abu Vulkanik Berbahaya bagi Kesehatan? Ini Dampak dan Cara Melindungi Diri

Siapkan Sebelum Bencana Terjadi

Tas siaga bencana bukan untuk membuat kita takut menghadapi bencana. Sebaliknya, tas ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan keluarga.

Bencana mungkin tidak dapat diprediksi secara tepat, tetapi kita dapat mempersiapkan diri untuk menghadapinya.

Mulailah dari hal sederhana: siapkan satu tas, isi dengan kebutuhan penting, letakkan di tempat yang mudah diambil, dan pastikan seluruh anggota keluarga mengetahui isinya.

Dengan persiapan yang baik, kita dapat lebih tenang mengambil keputusan ketika keadaan darurat benar-benar terjadi.

Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait