Setiap Muslim tentu berharap amal ibadah yang dilakukan diterima oleh Allah SWT. Namun, manusia tidak dapat memastikan apakah suatu amal telah diterima atau tidak. Diterima atau tidaknya amal merupakan hak Allah SWT. Meski begitu, Islam mengajarkan beberapa hal yang perlu menjadi bahan introspeksi setelah beribadah.
Lantas, apa saja tanda-tanda amal ibadah tidak diterima Allah?
Baca juga : Ingin Amal Ibadah dan Taubat Diterima Allah? Yuk Amalkan Doa Ini
1. Sulit Meninggalkan Maksiat
Salah satu hal yang patut menjadi bahan renungan adalah ketika seseorang rajin beribadah, tetapi tetap sengaja melakukan maksiat tanpa berusaha meninggalkannya.
Ibadah seharusnya mendorong seseorang menjadi pribadi yang lebih baik. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ankabut ayat 45 bahwa shalat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
Namun, kondisi ini tidak boleh langsung dijadikan kesimpulan bahwa ibadah seseorang pasti tidak diterima. Sebaliknya, hal tersebut menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri.
2. Tidak Ada Keinginan untuk Memperbaiki Diri
Ibadah yang dilakukan secara rutin semestinya membuat seseorang semakin sadar terhadap kekurangan dirinya.
Jika setelah beribadah seseorang justru merasa tidak perlu berubah, tidak mau meninggalkan keburukan, atau tidak memiliki keinginan untuk menjadi lebih baik, hal ini patut menjadi bahan introspeksi.
3. Muncul Rasa Sombong karena Ibadah
Beribadah bukan alasan untuk merasa lebih suci atau lebih baik daripada orang lain.
Allah SWT mengingatkan dalam QS. An-Najm ayat 32 agar manusia tidak menganggap dirinya paling suci. Karena itu, semakin banyak ibadah seharusnya membuat seseorang semakin rendah hati, bukan semakin mudah merendahkan orang lain.
4. Ibadah Dilakukan demi Pujian
Keikhlasan merupakan bagian penting dalam beramal. Rasulullah SAW bersabda bahwa amal perbuatan bergantung pada niatnya. HR. Bukhari dan Muslim
Karena itu, seseorang perlu mengevaluasi niatnya. Apakah ibadah dilakukan karena Allah atau lebih banyak mengharapkan pujian dan pengakuan manusia?
5. Kebaikan Tidak Membuat Hati Lebih Dekat kepada Allah
Salah satu hal yang dapat direnungkan adalah apakah ibadah membuat seseorang semakin dekat kepada Allah, lebih bersyukur, dan lebih berhati-hati dalam bertindak.
Jika seseorang merasa semakin jauh dari Allah setelah beribadah, jangan langsung menyimpulkan amalnya ditolak. Jadikan perasaan tersebut sebagai dorongan untuk memperbaiki niat, kualitas ibadah, dan akhlak.
Baca juga : Cara Istiqamah dalam Ibadah di Tengah Kesibukan
Kesimpulan
Tidak ada manusia yang dapat memastikan amal ibadahnya diterima atau ditolak oleh Allah SWT. Karena itu, tanda-tanda di atas sebaiknya tidak digunakan untuk menghakimi diri sendiri maupun orang lain, tetapi sebagai bahan muhasabah.
Yang terpenting adalah terus memperbaiki niat, menjalankan ibadah sesuai tuntunan, menjauhi maksiat, dan memohon kepada Allah agar setiap amal yang dilakukan diterima.
Sebab, seorang Muslim tidak hanya berusaha memperbanyak amal, tetapi juga berusaha menjaga keikhlasan dan kualitas amal tersebut.
Sahabat, yuk tunaikan zakat, infak dan sedekahmu melalui Rumah Zakat.


