Cara mengatasi karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas pemadam. Masyarakat juga memiliki peran penting, terutama dalam mencegah munculnya titik api dan melaporkan kebakaran sejak dini.
Memasuki periode musim kemarau, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu diwaspadai. BNPB pada Agustus 2026 memperkuat penanganan karhutla di sejumlah wilayah prioritas dan kembali menekankan pentingnya pencegahan serta keterlibatan masyarakat.
Baca juga : Agar Aman Saat Karhutla, Ini Langkah yang Harus Dilakukan
1. Jangan Membakar Lahan
Salah satu langkah paling penting adalah tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Masyarakat yang hendak mengelola lahan sebaiknya menggunakan cara yang tidak menimbulkan api, terutama ketika kondisi lahan dan cuaca sedang kering. BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran di wilayah yang rawan karhutla.
2. Jangan Membuang Puntung Rokok Sembarangan
Puntung rokok yang masih menyala dapat menjadi sumber api ketika dibuang di area dengan rumput atau vegetasi kering.
Karena itu, pastikan puntung rokok benar-benar padam dan buang pada tempat yang aman. BNPB secara khusus mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan di area bervegetasi kering.
3. Pantau Wilayah yang Rawan Kebakaran
Masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dengan memperhatikan kondisi lingkungan, terutama ketika cuaca panas dan kering berlangsung cukup lama.
Patroli dan pemantauan wilayah rawan juga penting untuk menemukan potensi kebakaran sejak awal. BNPB mendorong penguatan pemantauan, deteksi dini, serta kesiapsiagaan di wilayah yang memiliki risiko karhutla.
4. Segera Laporkan Jika Melihat Titik Api
Jika menemukan asap tebal, titik api, atau kebakaran, segera laporkan kepada petugas atau pemerintah daerah setempat.
Jangan menunggu api membesar. Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah kebakaran meluas ke area lain.
5. Jangan Memadamkan Api Jika Berbahaya
Masyarakat tidak perlu memaksakan diri memadamkan kebakaran yang sudah membesar atau sulit dikendalikan.
Jika kondisi membahayakan, segera menjauh dari lokasi dan ikuti arahan petugas. Pemadaman sebaiknya dilakukan oleh personel yang memiliki peralatan dan kemampuan sesuai kondisi kebakaran.
Baca juga : Bangkit dari Bencana dalam Perspektif Islam: Dari Musibah Menuju Hikmah
Kesimpulan
Cara mengatasi karhutla yang paling penting adalah mencegah kebakaran sejak awal. Masyarakat dapat berperan dengan tidak membakar lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, meningkatkan kewaspadaan, serta segera melaporkan titik api kepada petugas.
Pencegahan dan respons cepat membutuhkan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, petugas, relawan, dan berbagai pihak terkait. Semakin cepat potensi kebakaran diketahui, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum meluas.


