Jumat, 21/8. Kantor Pusat Koalisi Asia Pasifik untuk Quds dan Palestina (APCQP) resmi dibuka di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Agustus 2026. Peresmian berlangsung sederhana dan khidmat, dihadiri tokoh MUI, lembaga filantropi, serta perwakilan masyarakat sipil yang peduli terhadap Palestina.
Presiden APCQP, Sudarnoto Abdul Hakim, menyatakan bahwa kantor ini akan menjadi pusat koordinasi solidaritas kemanusiaan masyarakat Asia Pasifik untuk Quds dan Palestina.
“Peresmian ini merupakan tindak lanjut salah satu resolusi Konferensi Asia Pasifik untuk Quds dan Palestina di Jakarta, November 2025, yang menetapkan Jakarta sebagai headquarter koalisi ini,” jelasnya.
Lebih dari sekadar kantor koordinasi, HQ APCQP diarahkan menjadi simpul yang menghubungkan, memperkuat, dan memperluas berbagai gerakan masyarakat Asia Pasifik untuk Palestina. Fokusnya mencakup advokasi, literasi, penguatan gerakan Sumud Flotilla, serta membangun jejaring solidaritas lintas sektor dan lintas negara.
Namun, agenda yang lebih mendasar adalah mempersaudarakan masyarakat Asia Pasifik dengan masyarakat Gaza. Solidaritas tidak berhenti pada bantuan dan simpati, tetapi tumbuh menjadi hubungan persaudaraan yang nyata dan berkelanjutan—people to people—antara masyarakat Asia Pasifik dan rakyat Gaza.
Melalui jaringan organisasi kemanusiaan, filantropi, perempuan, pemuda, akademisi, media, komunitas, dan masyarakat sipil, APCQP akan membuka ruang agar masyarakat Asia Pasifik dapat mengenal, mendengar, mendampingi, dan berdiri bersama rakyat Gaza, sekaligus menghadirkan suara dan pengalaman Gaza ke tengah masyarakat Asia Pasifik.
Kepala Kantor APCQP, Irvan Nugraha, mengatakan bahwa kantor ini juga dirancang menjadi semacam mini museum genosida, sebagai ruang literasi dan kesaksian kemanusiaan tentang tragedi Gaza.
“Genosida yang terjadi hingga kini di Gaza adalah tragedi kemanusiaan yang sangat brutal. Dari Gaza kita melihat kejahatan Zionis Israel yang telah melampaui batas teritori, hukum internasional, hingga batas-batas akal sehat kemanusiaan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI, Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.A., menegaskan dukungan MUI terhadap berbagai upaya untuk mendorong kemerdekaan Palestina. MUI juga menjadi salah satu pemrakarsa Konferensi Asia Pasifik untuk Quds dan Palestina 2025 serta menyediakan Wisma Khadimul Ummah sebagai kantor pusat APCQP.
Pengelolaan dan penguatan kantor pusat APCQP juga didukung sejumlah lembaga filantropi, antara lain IsDF (Islamic Dakwah Fund) MUI, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, Inisiatif Zakat Indonesia, Yakesma, Qudwah Indonesia, Human Initiative, Adara Relief, BSI Maslahat dan lembaga lainnya.
Dengan hadirnya HQ di Jakarta, APCQP diharapkan menjadi rumah bersama gerakan solidaritas Asia Pasifik untuk Quds dan Palestina: mengonsolidasikan gerakan, memperkuat advokasi dan literasi, mendukung Sumud Flotilla, dan terutama membangun jembatan persaudaraan antara masyarakat Asia Pasifik dan rakyat Gaza.
Dari Asia Pasifik untuk Gaza: bukan sekadar solidaritas, tetapi persaudaraan.


