Lemari Penuh Tapi Tetap Ngerasa ‘Nggak Punya Baju’? Waspada Hisab Harta Tak Terpakai

oleh | Okt 20, 2026 | Inspirasi

Ada momen yang sangat familiar yaitu berdiri di depan lemari yang penuh sesak, memandangi tumpukan baju, dan tiba-tiba merasa tidak ada satu pun yang cocok untuk dipakai. Ujungnya, membuka marketplace dan mencari baju baru lagi.

Kondisi ini bukan masalah sederhana soal fashion atau kurang koleksi. Ini adalah sinyal dari sesuatu yang jauh lebih dalam yaitu hati yang tidak pernah benar-benar merasa cukup dengan apa yang sudah ada.

Nah, Rumah Zakat akan membahas fenomena ini dari kacamata Islam, apa yang Allah dan Rasul-Nya katakan tentang harta yang menumpuk dan tidak terpakai, serta cara mengobati rasa tidak cukup yang terus menghantui.

Fenomena “Lemari Penuh tapi Merasa Tidak Punya Baju” dalam Kacamata Islam

Sebelum masuk ke soal hisab dan pertanggungjawaban, penting untuk memahami dulu apa yang sebenarnya sedang terjadi di balik fenomena ini.

Ini Bukan Soal Kurang Baju, tapi Soal Hati yang Tidak Pernah Cukup

Islam menyebut kondisi hati yang tidak pernah puas dengan istilah hubb al-dunya yaitu cinta dunia yang berlebihan. Dan cinta dunia yang berlebihan selalu menghasilkan rasa kurang yang tidak pernah selesai meski kepemilikan terus bertambah.

Rasulullah SAW menggambarkannya dengan sangat tepat dalam sabdanya:

“Seandainya anak Adam punya dua lembah berisi harta, ia pasti menginginkan lembah yang ketiga. Dan tidak ada yang bisa memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Islam Menyebutnya sebagai Penyakit Hati yang Nyata

Rasa tidak pernah cukup bukan sekadar kebiasaan konsumtif tapi dalam pandangan Islam ini adalah penyakit hati yang disebut syuh yaitu ketamakan dan kerakusan yang tersembunyi di balik kebiasaan sehari-hari yang terlihat biasa saja. Allah SWT berfirman:

وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan barang siapa yang dijaga dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr: 9)

Yang menarik, obat dari syuh dalam ayat ini bukan dengan menambah kepemilikan tapi justru dengan memberi.

Baca Juga: Sesuai Syariat! Ketahui Adab-Adab Berpakaian dalam Islam

Hisab Harta yang Menumpuk dan Tidak Terpakai

Ini adalah bagian yang perlu direnungkan dengan serius karena harta yang tidak terpakai bukan berarti bebas dari pertanggungjawaban di hadapan Allah.

Apa yang Akan Ditanyakan Allah tentang Harta yang Dimiliki?

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak akan bergeser kaki seorang hamba di hari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan, ilmunya bagaimana diamalkan, hartanya dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan.” (HR. Tirmidzi, hasan shahih)

Ada dua pertanyaan tentang harta yang akan diajukan yaitu dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan. Baju yang dibeli impulsif lalu tidak pernah dipakai adalah jawaban untuk pertanyaan kedua yang perlu dipikirkan dengan serius.

Harta yang Menganggur Bukan Harta yang Bebas dari Pertanggungjawaban

Harta yang menumpuk dan tidak dimanfaatkan bukan hanya mubazir tapi juga menjadi bagian dari hisab yang harus dipertanggungjawabkan. Allah SWT memperingatkan dengan sangat tegas tentang penimbunan harta:

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka tentang azab yang pedih.” (QS. At-Taubah: 34)

Baju yang tidak terpakai memang bukan emas dan perak, tapi prinsipnya sama yaitu harta yang ditimbun tanpa alasan yang jelas dan tidak disalurkan kepada yang membutuhkan adalah sesuatu yang tidak ringan pertanggungjawabannya.

Baca Juga: Waspada! Inilah Wanita yang Dibenci Allah Karena Pakaiannya

Cara Islam Mengatasi Rasa Tidak Pernah Cukup

Islam tidak hanya mengingatkan tentang bahayanya tapi juga memberikan solusi yang sangat konkret untuk keluar dari lingkaran rasa tidak pernah cukup ini.

Berikut langkah yang diajarkan Islam untuk mengobati rasa tidak pernah cukup secara bertahap:

  1. Latih qanaah secara aktif yaitu merasa cukup dan bersyukur dengan apa yang ada karena qanaah bukan kelemahan tapi kekuatan hati yang perlu dilatih setiap hari.

  2. Buka lemari dan hitung berapa baju yang sudah lebih dari enam bulan tidak dipakai karena awareness adalah langkah pertama menuju perubahan.

  3. Donasikan yang tidak terpakai kepada yang membutuhkan karena memberi adalah obat paling efektif untuk rasa tidak pernah cukup yang terus menghantui.

  4. Tunda pembelian 48 jam sebelum memutuskan membeli sesuatu yang baru karena sebagian besar keinginan impulsif akan hilang dengan sendirinya setelah jeda berpikir.

  5. Perbanyak syukur bukan hanya di mulut tapi dengan menghitung nikmat yang sudah ada karena hati yang bersyukur jauh lebih tenang dari hati yang terus mencari lebih.

Kesimpulan

Jadi, lemari yang penuh tapi hati yang masih merasa kurang adalah tanda bahwa ada sesuatu yang perlu dibenahi bukan di lemari tapi di dalam hati.

Islam mengajarkan bahwa kecukupan yang sesungguhnya bukan tentang seberapa banyak yang dimiliki tapi tentang seberapa tenangnya hati dengan apa yang sudah ada.

Dan obat paling efektif yang Islam berikan untuk rasa tidak pernah cukup adalah dengan memberi karena hati yang terbiasa memberi tidak pernah benar-benar merasa kekurangan.

Jadikan baju yang tidak lagi dipakai sebagai awal pergerakan kebaikan dengan menyalurkan sebagian harta melalui Rumah Zakat karena setiap yang diberikan ikhlas karena Allah tidak pernah berkurang nilainya tapi justru terus bertumbuh keberkahannya.

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait