Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya menyebabkan kerusakan alam, tetapi juga mengancam kesehatan manusia. Asap yang dihasilkan dapat menyebar ke wilayah sekitar dan menurunkan kualitas udara, bahkan hingga daerah yang jauh dari lokasi kebakaran.
Lalu, apa saja dampak karhutla bagi kesehatan dan lingkungan? Berikut penjelasannya.
Baca juga : Sebelum ke Rumah Sakit, Ini Pertolongan Pertama Saat Sesak Akibat Asap Karhutla
1. Menyebabkan Gangguan Pernapasan
Asap karhutla mengandung partikel halus yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Paparannya bisa menyebabkan batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, serta memperburuk kondisi penderita asma. Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit tertentu lebih rentan mengalami dampaknya.
2. Menurunkan Kualitas Udara
Kabut asap akibat karhutla meningkatkan pencemaran udara dan dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan dan mengikuti informasi resmi terkait kondisi udara.
3. Merusak Ekosistem dan Habitat Satwa
Kebakaran dapat menghancurkan vegetasi, merusak habitat satwa liar, serta mengancam keanekaragaman hayati. Kerusakan tersebut juga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan mengurangi sumber makanan bagi satwa yang hidup di kawasan terdampak.
4. Meningkatkan Emisi Gas Rumah Kaca
Pembakaran hutan dan lahan melepaskan karbon dioksida serta gas rumah kaca lainnya ke atmosfer. Kondisi ini turut menambah tekanan terhadap iklim dan memperburuk masalah lingkungan.
5. Mengganggu Aktivitas dan Penghidupan Masyarakat
Karhutla dapat menghambat kegiatan belajar, pekerjaan, transportasi, dan aktivitas ekonomi. Masyarakat yang menggantungkan penghasilan pada lahan atau sumber daya alam juga berisiko kehilangan mata pencaharian ketika wilayahnya terbakar.
Cara Mengurangi Risiko Dampak Karhutla
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dan lingkungan, antara lain:
- Kurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat.
- Gunakan masker yang sesuai, seperti respirator N95, jika harus beraktivitas di luar.
- Pantau informasi kualitas udara dari sumber resmi.
- Jangan membuka lahan dengan cara membakar.
- Segera cari bantuan medis jika mengalami sesak napas atau gejala berat akibat paparan asap.
Baca juga : Cara Mengatasi Karhutla, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Masyarakat
Kesimpulan
Dampak karhutla bagi kesehatan dan lingkungan mencakup gangguan pernapasan, pencemaran udara, kerusakan habitat satwa, peningkatan emisi gas rumah kaca, hingga terganggunya kehidupan masyarakat.
Karena itu, pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian bersama. Menjaga lingkungan, menghindari pembakaran lahan, dan melindungi masyarakat dari paparan asap merupakan langkah penting untuk mengurangi risikonya.
Sahabat, mari terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.


