JANGAN TAKUT! JANGAN MENYESAL!

oleh: Tri Budiharsana

Di sebuah desa yang terpencil, tinggallah seorang pemuda yang ingin pergi mengembara ke negeri orang untuk mengubah nasib. Menjelang keberangkatan, muncul di hatinya perasaan takut, cemas, dan ragu. Untuk memantapkan tekadnya, pergilah si pemuda ini menghadap sesepuh marga di desa untuk meminta petunjuk, memohon restu, sekaligus berpamitan. Mendengar niat pemuda ini, sang sesepuh dengan gembira berkata, “Anakku, rahasia kehidupan ini hanya terdiri dari empat kata dan hari ini aku berikan setengahnya dulu sebagai bekal kepergianmu.” Lalu sang sesepuh menuliskan dua kata, yaitu “jangan takut!”.

Waktu terus berjalan, tidak terasa 30 tahun telah berlalu. Berbagai suka dan duka telah dijalani sang pemuda. Dengan modal kata “jangan takut!”, segala peluang dan tantangan ia hadapi dengan keyakinan dan penuh keberanian. Dengan sikap mental yang kuat akhirnya ia berhasil mengubah nasibnya. Pemuda itu kini telah menjadi seorang yang sukses serta sangat terpandang di negeri itu.

Namun dalam segala keberhasilannya, ia merasa ada sesuatu yang kurang sempurna dan ia menyesal tidak mampu memecahkan masalah tersebut. Ia berusaha keras mencari tahu apa penyebabnya, tetapi pikirannya justru bertambah kacau dan tidak terarah. Saat dalam kegamangan itulah ia teringat dengan sang sesepuh yang telah memberinya dua kata bijak. “Bukankah beliau masih menyimpan dua kata bijak lagi yang dijanjikan akan diberikannya kepadaku?” gumannya. Ia pun memutuskan pulang kembali ke desanya dahulu untuk menemui sang sesepuh untuk meminta sisa dua kata yang dijanjikan. Sayangnya sesampai di desa sesepuh desa ternyata telah meninggal dunia. Manun, ada sepucuk surat wasiat yang ditinggalkan untuknya. Rupanya sang sesepuh sudah memperkirakan bahwa kelak suatu hari pemuda itu pasti akan kembali. Secepatnya dibukalah surat wasiat itu, dan di dalamnya berisi pesan “jangan menyesal!” Begitu selesai membaca kata-kata itu, secara spontan perasaan menyesal yang membebaninya selama ini langsung hilang, perasaannya menjadi ringan dan gembira.

Sungguh berbobot empat kata bijak tadi. Jangan takut, dan jangan menyesal. Anda, saya dan kita semua juga membutuhkan empat kata bijak tadi. Jika ingin menciptakan kehidupan yang lebih baik, kita membutuhkan dua kata bijak pertama”jangan takut”. Kata bijak ini mengandung motivasi yang dapat melahirkan kekuatan keberanian untuk bertindak. Jangan takut menentukan cita-cita yang tinggi! Jangan takut mencoba dan memulai! Jangan takut menerima tantangan! Jangan takut memeras keringat! Jangan takut mengemban tanggung jawab yang lebih besar!

Namun ada kalanya, hasil perjuangan tidak sesuai dengan harapan. Hambatan demi hambatan seolah memang diciptakan untuk menghadang kita. Perjuangan pun bisa gagal total. Ini bisa membuat kita merasa diliputi ketidak puasan, kecewa, penyesalan. Pada titik seperti ini, dua kata bijak berikutnya, “jangan menyesal”, bisa menjadi kunci kebangkitan kita. Buang jauh-jauh pikiran negatif. Penyesalan tidak akan dapat mengubah apapun, malah hanya membebani dan menghambat langkah kita ke depan. Mampu menerima hasil perjuangan apa adanya adalah bijaksana, tetapi mau tetap bangkit dengan apa adanya kita hari ini adalah luar biasa. Selama kita telah berjuang memberikan yang terbaik dari yang kita miliki, apa pun hasilnya, sukses atau gagal, yang pasti semangat perjuangan itu telah memiliki nilai kesuksesan tersendiri.

Tags :
Konfirmasi Donasi