Karhutla Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia, Ini Daerah Terdampak

oleh | Okt 14, 2026 | Inspirasi

Jakarta, 14 Oktober 2026 — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan laporan pemerintah pada 12 Oktober 2026, sekitar 639,23 hektare lahan di enam provinsi prioritas masih dalam proses pemadaman. Dua wilayah yang menjadi perhatian utama adalah Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Baca juga : Agar Aman Saat Karhutla, Ini Langkah yang Harus Dilakukan

Enam Provinsi yang Menjadi Prioritas Penanganan Karhutla

Enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla meliputi:

  • Kalimantan Tengah, termasuk kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
  • Sumatera Selatan, yang masih membutuhkan upaya pemadaman.
  • Kalimantan Selatan, yang juga menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran.
  • Jambi, yang masih masuk wilayah prioritas.
  • Kalimantan Barat, yang terus dipantau dan ditangani.
  • Riau, yang termasuk wilayah prioritas pengendalian karhutla.

Kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting Jadi Perhatian

Kebakaran baru di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan, Kalimantan Tengah, menjadi salah satu perhatian utama. Berdasarkan laporan Kepala BNPB pada 12 Oktober 2026, luas area yang terbakar di kawasan tersebut mencapai sekitar 513,89 hektare.

Upaya pemadaman difokuskan pada operasi darat. Operasi udara menghadapi kendala jarak pandang rendah akibat asap tebal sehingga helikopter pemadam belum dapat beroperasi secara optimal.

Upaya Pemadaman Terus Dilakukan

Pemerintah mengerahkan personel gabungan serta operasi darat dan udara untuk mempercepat pemadaman dan mencegah api meluas. Operasi modifikasi cuaca juga dioptimalkan untuk mendukung upaya penanganan karhutla.

Sementara itu, kondisi di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan dilaporkan menunjukkan perkembangan yang lebih baik dibandingkan wilayah yang masih menghadapi kebakaran berat.

Imbauan untuk Masyarakat

Masyarakat diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu karhutla, segera laporkan kepada petugas setempat.

Ketika kualitas udara memburuk akibat asap, masyarakat juga perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah. Anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian khusus.

Baca juga : Cara Mengatasi Karhutla, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Masyarakat

Bersama Menjaga Lingkungan dari Karhutla

Karhutla tidak hanya merusak hutan dan lahan, tetapi juga mengancam habitat satwa serta kesehatan masyarakat. Karena itu, pencegahan membutuhkan peran bersama, mulai dari tidak membakar lahan hingga melaporkan kebakaran sejak dini.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan, risiko meluasnya kebakaran dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat dan kelestarian alam lebih terlindungi.

Sahabat, mari terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait