[:ID]KUNJUNGAN FASILITATOR RUMAH ZAKAT KE BANK SAMPAH MELATI DUSUN NGERINGGIT[:en]RUMAH ZAKAT’S FACILITATOR VISITS MELATI WASTE BANK IN DUSUN NGERINGGIT[:]

[:ID]GROBOGAN. Puput Azizah, Fasilitator Desa Berdaya Rumah Zakat, melihat kegiatan bank sampah melati sekaligus menyerahkan bantuan kaos untuk seragam pengurus Bank Sampah Melati Dusun Ngringgit, Wirosari, Kab. Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (12/12/17)

“Melihat perkembangan Bank sampah melati ini memang luar biasa. Ini tidak lepas dari peran bu Ismi, nama lengkapnya Ibu Ismiatun. Beliau seorang guru TK dan seorang ketua kader posyandu. Beliau sangat gigih untuk membuat bank sampah ini hidup. Sekitar agustus 2017 Bank Sampah ini mulai dirintis bersama Rumah Zakat,” ungkap Puput.

Perjuangan Ibu Ismi mengambil sampah dari dusun lain hingga ke pasar, ke toko-toko membuat perolehan sampah hingga satu truk penuh. Bank Sampah ini sudah layak untuk dijadikan Bank Sampah Desa.

“Layaknya Bank Sampah Melati ini menjadi milik Bank Sampah Desa. Karena cakupannya sudah melewati berbagai dusun. Semoga perjuangan teman-teman Bank Sampah Melati berbuah manis. Janji dari pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten untuk memberikan bantuan motor pengangkut sampah bisa terwujud, aamiin,” tambah Puput.

Rumah Zakat melalui Fasilitator Rumah Zakat mengajak seluruh pengurus Bank Sampah Melati untuk belajar kepada Bank Sampah yang ada di purwodadi. Dari sejak itulah kegiatan terus berjalan, lalu berkembang sekarang, bu ismi bisa mendapat bantuan dari Puskesmas Wirosari bahkan hingga Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten.

Newsroom/Kuna
Grobogan

 [:en]GROBOGAN. Puput Azizah, the Empowered Village Facilitator of Rumah Zakat, visits the waste bank activities as well as handed the shirts for the waste bank personnel uniform in Dusun Ngringgit, Wirosari, Kab. Grobogan, Central Java, Tuesday (12/12/17)

“Seeing the development of Melati Waste Bank is indeed remarkable. This is not separated from the role of Mrs. Ismi. Her full name is Ismiatun. He is a kindergarten teacher and a posyandu cadre leader. He is very determined to make this waste bank alive. Around August 2017, this waste bank started pioneered with Rumah Zakat, “said Puput.

Mrs. Ismi’s struggle took the waste from another village, the market, the shops, that’s making garbage up to one full truck. This waste bank has been feasible to be used as Village Waste Bank.

“Just like Melati waste bank belongs to the Village Trash Bank. Because the scope has gone through various hamlets. Hopefully the struggle of the Melati waste bank can be realized the promise of the District Environmental Agency to provide garbage transport, aamiin, “added Puput.

Rumah Zakat through Rumah Zakat Facilitator invites all managers of waste bank Melati to study to Garbage Bank in Purwodadi. From then on the activities continue to run, then develop now, Mrs. Ismi can get help from Wirosari Puskesmas even to the District Environmental Office.

Newsroom / Kuna
Grobogan[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia