Setiap Muslim tentu berharap dapat masuk surga dan mendapatkan rahmat Allah SWT. Salah satu keutamaan yang disebutkan dalam hadis adalah masuk surga tanpa hisab, yaitu tanpa melalui proses perhitungan amal sebagaimana yang dialami banyak manusia.
Lantas, siapa saja yang mendapatkan keutamaan tersebut? Rasulullah SAW menjelaskan ciri-ciri mereka dalam sebuah hadis.
Baca juga : 8 Pintu Surga dalam Islam: Ini Penjelasan Lengkap Serta Dalilnya
Siapa yang Masuk Surga Tanpa Hisab?
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa terdapat 70.000 orang dari umat beliau yang masuk surga tanpa hisab. Mereka memiliki sifat tidak meminta ruqyah, tidak mempercayai pertanda buruk, dan bertawakal kepada Allah.
Dalam riwayat Muslim, ketika para sahabat bertanya mengenai siapa mereka, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak melakukan ruqyah, tidak meminta orang lain melakukan ruqyah untuk mereka, tidak mempercayai pertanda buruk, dan menyerahkan tawakal kepada Allah.
Apa Ciri Orang yang Masuk Surga Tanpa Hisab?
1. Bertawakal kepada Allah
Tawakal menjadi salah satu ciri utama yang disebutkan dalam hadis. Orang yang bertawakal tetap melakukan ikhtiar, tetapi hatinya menyerahkan hasil kepada Allah.
Artinya, tawakal bukan berarti meninggalkan usaha. Seorang Muslim tetap berusaha melakukan hal yang baik, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah.
2. Tidak Menganggap Pertanda sebagai Pembawa Kesialan
Hadis juga menyebutkan orang-orang yang tidak mempercayai tathayyur, yaitu menganggap tanda atau kejadian tertentu sebagai pertanda kesialan.
Seorang Muslim diajarkan untuk tidak menggantungkan nasib kepada pertanda, benda, waktu, atau kejadian tertentu. Sebaliknya, keyakinan dan harapan hendaknya ditujukan kepada Allah.
3. Tidak Bergantung kepada Ruqyah dari Orang Lain
Dalam hadis tersebut juga disebutkan orang-orang yang tidak meminta ruqyah kepada orang lain.
Hal ini dipahami sebagai gambaran kuatnya tawakal dan ketergantungan mereka kepada Allah. Namun, hadis tersebut tidak berarti bahwa seluruh bentuk ruqyah dilarang. Ruqyah yang sesuai syariat tetap dikenal dalam ajaran Islam.
Baca juga : Jangan Marah, Bagimu Surga: Nasehat Rasulullah SAW untuk Umat
Apa yang Bisa Kita Teladani?
Hadis tentang masuk surga tanpa hisab bukan sekadar informasi tentang siapa yang mendapatkan keutamaan. Ada pelajaran penting yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Seorang Muslim dapat berusaha memperkuat tawakal, meninggalkan keyakinan terhadap pertanda kesialan, serta tidak menggantungkan hati kepada selain Allah.
Pada akhirnya, masuk surga merupakan rahmat dari Allah. Karena itu, selain memperbanyak amal saleh, seorang Muslim perlu terus memperbaiki iman dan menjaga ibadah.
Sahabat, yuk tunaikan zakat, infak dan sedekah bersama Rumah Zakat.


