MBAH SARTO BAHAGIA TERIMA BINGKISAN LEBARAN KELUARGA

KLATEN. (22/06). Kebanyakan warga menyebutnya dengan nama Mbah Sarto, meski usianya sudah mencapai 80an, tapi masih harus bekerja setiap hari untuk menghidupi satu anaknya  yang mempunyai sakit psikis.

3 anaknya yang lain sudah menikah, hidup sendiri dan jarang memperhatikan orangtuanya.  Oleh karena itu, Mbah Sarto yang beberapa bulan di tinggal meninggal istrinya ini seperti hidup sebatang kara. Semasa hidup, istrinya juga mengidap sakit beberapa tahun, sehingga tidak bisa beraktivitas.

Luar biasa kepahitan hidupnya membuat beliau menjadi orang yang kuat dan tegar. Ia  semakin kuat untuk menghadapi semua kesulitan yang ada dengan tetap merutinkan sholat wajib, meski tidak selalu di masjid.

“Ya saya hanya bisa pasrah sama Allah.  Hidup sendiri dengan anak yang tidak normal. Mau bagaimana lagi. Saya tahun ini sudah tidak kuat puasa, harus bekerja keras di sawah agar bisa tetap panen untuk hidup,” ujarnya sedih pada relawan Rumah Zakat di rumah bambunya yang sudah reyot.

“Terima kasih sekali atas bantuannya, saya doakan Rumah Zakat banyak bermanfaat,  langgeng terus dan donatur dan relawannya pada sehat sampai tua seperti saya,” katanya mengakhiri pertemuan singkat tersebut sambil tersenyum tulus.

Newsroom/Wanda Yulianto

Klaten

 

Tags :
Konfirmasi Donasi