Shalat Tahiyatul Masjid: Hukum, Niat, dan Tata Caranya

oleh | Jun 9, 2026 | Inspirasi

Masjid merupakan tempat yang dimuliakan dalam Islam. Oleh karena itu, setiap Muslim dianjurkan menjaga adab ketika memasuki rumah Allah SWT. Salah satu adab yang diajarkan Rasulullah SAW adalah melaksanakan shalat sunnah sebelum duduk di dalam masjid.

Amalan ini mungkin terlihat sederhana karena hanya terdiri dari dua rakaat. Namun, di balik kesederhanaannya terdapat nilai ibadah yang besar sebagai bentuk penghormatan kepada masjid dan ketaatan kepada sunnah Nabi Muhammad SAW.

Lalu, apa pengertian ibadah ini, bagaimana hukumnya, dan seperti apa tata cara pelaksanaannya? Berikut penjelasannya.

Pengertian Salat Sunnah Saat Masuk Masjid

Shalat Tahiyatul Masjid adalah shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan ketika seseorang memasuki masjid sebelum duduk.

Secara bahasa, “tahiyatul masjid” berarti penghormatan kepada masjid. Karena itu, ibadah ini menjadi salah satu bentuk pemuliaan terhadap rumah Allah SWT sebelum melakukan aktivitas lainnya di dalam masjid.

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa amalan ini dianjurkan bagi setiap Muslim yang masuk ke masjid selama masih memungkinkan untuk mengerjakannya sebelum duduk.

Baca juga : Panduan Shalat Tahajud: Tata Cara, Waktu, dan Doanya

Dasar Anjuran dalam Hadis

Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah ia duduk sebelum melaksanakan shalat dua rakaat.” HR. Bukhari dan Muslim

Hadis ini menjadi dasar utama anjuran melaksanakan shalat dua rakaat ketika memasuki masjid.

Selain itu, hadis tersebut menunjukkan pentingnya menjaga adab dan memuliakan tempat ibadah sebelum melakukan kegiatan lainnya.

Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Hukum Shalat Tahiyatul Masjid adalah sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan.

Artinya, seseorang akan mendapatkan pahala jika mengerjakannya dan tidak berdosa apabila meninggalkannya.

Meski tidak wajib, para ulama menganjurkan agar kaum Muslimin membiasakan amalan ini karena merupakan sunnah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Bacaan Niat yang Dianjurkan

Niat pada dasarnya cukup dihadirkan dalam hati. Namun, sebagian ulama membolehkan melafalkannya untuk membantu menghadirkan kekhusyukan.

Arab

أُصَلِّي سُنَّةَ تَحِيَّةِ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin

Ushallii sunnata tahiyyatil masjidi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya

“Aku niat shalat sunnah Tahiyatul Masjid dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Langkah-Langkah Pelaksanaannya

Pelaksanaannya sama seperti shalat sunnah dua rakaat pada umumnya.

Rakaat Pertama

  1. Membaca niat.
  2. Takbiratul ihram.
  3. Membaca doa iftitah.
  4. Membaca Surah Al-Fatihah.
  5. Membaca surah atau ayat Al-Qur’an.
  6. Rukuk.
  7. I’tidal.
  8. Sujud pertama.
  9. Duduk di antara dua sujud.
  10. Sujud kedua.

Rakaat Kedua

  1. Berdiri untuk rakaat kedua.
  2. Membaca Surah Al-Fatihah.
  3. Membaca surah atau ayat Al-Qur’an.
  4. Rukuk.
  5. I’tidal.
  6. Sujud pertama.
  7. Duduk di antara dua sujud.
  8. Sujud kedua.
  9. Tahiyat akhir.
  10. Salam.

Setelah salam, seseorang dapat melanjutkan dengan membaca Al-Qur’an, berzikir, atau menunggu pelaksanaan shalat berjamaah.

Kapan Sebaiknya Dilaksanakan?

Amalan ini dikerjakan segera setelah memasuki masjid dan sebelum duduk.

Namun, jika seseorang masuk masjid lalu langsung mengikuti shalat fardu berjamaah, maka shalat wajib tersebut sudah mencukupi sehingga tidak perlu mengerjakan dua rakaat secara terpisah.

Demikian pula ketika seseorang masuk untuk melaksanakan shalat sunnah rawatib atau ibadah sunnah lainnya. Menurut sebagian ulama, niat shalat tersebut sudah mencakup penghormatan kepada masjid.

Keutamaan Amalan Sebelum Duduk di Masjid

Ada beberapa keutamaan yang bisa diperoleh dari ibadah sunnah ini.

Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW

Setiap sunnah yang dijalankan merupakan bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus upaya mengikuti teladan beliau.

Menghormati Rumah Allah

Shalat dua rakaat sebelum duduk menjadi simbol penghormatan terhadap masjid sebagai tempat yang dimuliakan.

Menambah Amal Kebaikan

Selain mendapatkan pahala dari shalat sunnah, seorang Muslim juga memperoleh pahala karena menjaga adab ketika berada di rumah Allah.

Membiasakan Diri Beribadah

Kebiasaan mengerjakan amalan ringan seperti ini dapat membantu meningkatkan kedisiplinan dalam beribadah.

Apakah Boleh Dilakukan pada Waktu Terlarang?

Para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai pelaksanaannya pada waktu-waktu yang umumnya dilarang untuk shalat sunnah.

Sebagian ulama membolehkan karena ibadah ini termasuk shalat yang memiliki sebab tertentu, yaitu masuk ke masjid. Sementara itu, sebagian ulama lainnya menganjurkan menunggu hingga waktu larangan berakhir.

Karena terdapat perbedaan pandangan, umat Muslim dapat mengikuti pendapat ulama yang diyakini berdasarkan ilmu dan pemahaman yang dimiliki.

Baca juga : Cara Melakukan Shalat Taubat Lengkap Beserta Doanya

Penutup

Shalat Tahiyatul Masjid merupakan salah satu sunnah yang dianjurkan ketika memasuki rumah Allah SWT. Amalan ini menjadi bentuk penghormatan kepada masjid sekaligus cara menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Selain mudah dilakukan, ibadah dua rakaat ini juga mengajarkan pentingnya menjaga adab di tempat ibadah. Oleh sebab itu, saat memasuki masjid dan masih memiliki kesempatan sebelum duduk, sempatkanlah untuk melaksanakan amalan sunnah ini agar mendapatkan pahala dan keberkahan dari Allah SWT.

Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait