Nabi Isa a.s. adalah salah satu nabi yang paling sering dibicarakan, bukan hanya di kalangan Muslim tapi juga di seluruh dunia.
Namun tidak banyak yang tahu bagaimana Islam memandang kisah beliau secara utuh, mulai dari kelahiran hingga akhir perjalanan hidupnya di dunia.
Islam memiliki pandangan yang unik tentang Nabi Isa a.s., berbeda dengan apa yang diyakini oleh agama lain, namun tetap penuh penghormatan karena beliau adalah salah satu dari ulul azmi, rasul dengan keteguhan luar biasa yang dipilih Allah secara khusus.
Nah, di artikel ini Rumah Zakat akan membahas kisah Nabi Isa a.s. dalam Islam secara lengkap, dari perjalanan dakwah, mukjizat, hingga akhir perjalanannya yang penuh misteri.
Siapa Nabi Isa a.s. dalam Pandangan Islam?
Sebelum masuk ke perjalanan dakwah dan mukjizatnya, penting untuk memahami dulu bagaimana Islam mendefinisikan siapa Nabi Isa a.s. sesungguhnya.
Kelahiran yang Luar Biasa tanpa Ayah
Nabi Isa a.s. lahir dari seorang ibu bernama Maryam binti Imran tanpa seorang ayah, sebuah mukjizat yang bahkan disebutkan langsung dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:
إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِندَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِن تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُن فَيَكُونُ
“Sesungguhnya perumpamaan penciptaan Isa di sisi Allah adalah seperti penciptaan Adam. Allah menciptakannya dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: jadilah, maka jadilah ia.” (QS. Ali Imran: 59)
Ayat ini menempatkan kelahiran Nabi Isa a.s. sebagai bukti kekuasaan Allah, bukan sebagai tanda ketuhanan beliau. Justru logika sebaliknya yang berlaku: jika Nabi Isa lahir tanpa ayah lalu dianggap anak Tuhan, maka Nabi Adam yang diciptakan tanpa ayah dan ibu seharusnya lebih layak disebut demikian.
Kedudukan Nabi Isa a.s. dalam Islam
Islam sangat jelas menempatkan Nabi Isa a.s. sebagai nabi dan rasul mulia, bukan sebagai Tuhan atau anak Tuhan. Beliau adalah manusia pilihan Allah yang diberi wahyu, mukjizat, dan diangkat sebagai rasul untuk kaum Bani Israel.
Nama “Isa” disebut 25 kali dalam Al-Qur’an, lebih banyak dari penyebutan nama Nabi Muhammad SAW sendiri yang hanya disebut 4 kali. Ini menunjukkan betapa istimewanya kedudukan Nabi Isa a.s. dalam pandangan Islam.
Baca Juga: Penuh Hikmah! Kisah Nabi Adam, Manusia Pertama di Dunia
Perjalanan Dakwah Nabi Isa a.s.
Kisah dakwah Nabi Isa a.s. adalah perjalanan yang penuh ketabahan, menghadapi penolakan keras dari kaumnya sendiri namun tetap istiqomah hingga akhir.
Kepada Siapa Beliau Diutus?
Allah mengutus Nabi Isa a.s. khusus kepada Bani Israel, bukan kepada seluruh umat manusia. Allah SWT berfirman:
وَرَسُولًا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُم بِآيَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ
“Dan sebagai rasul kepada Bani Israel, aku telah datang kepada kalian dengan membawa tanda dari Tuhan kalian.” (QS. Ali Imran: 49)
Beliau diutus di saat Bani Israel sudah sangat jauh dari ajaran yang lurus, terjebak dalam formalisme agama tanpa substansi, dan dipenuhi oleh pemimpin agama yang korup.
Inti Ajaran yang Dibawa Nabi Isa a.s.
Inti dakwah Nabi Isa a.s. adalah memurnikan kembali tauhid yang sudah mulai kabur di kalangan Bani Israel. Beliau mengajarkan bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan mengingatkan mereka kembali kepada ajaran Nabi Musa a.s. yang sudah banyak diselewengkan.
Nabi Isa a.s. juga memberikan kabar gembira tentang akan datangnya rasul setelah beliau. Allah SWT berfirman:
وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِن بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ
“Dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, namanya Ahmad.” (QS. As-Shaff: 6)
Mukjizat Nabi Isa a.s.
Di antara semua nabi, Nabi Isa a.s. menerima mukjizat yang sangat banyak dan luar biasa, semua atas izin Allah sebagai bukti kerasulannya kepada Bani Israel.
Berikut mukjizat Nabi Isa a.s. yang disebutkan langsung dalam Al-Qur’an:
- Berbicara saat masih bayi di dalam buaian untuk membela ibunya, Maryam, dari tuduhan yang tidak benar.
- Membentuk burung dari tanah liat lalu menghembuskan nafas padanya sehingga menjadi burung hidup atas izin Allah.
- Menyembuhkan orang buta sejak lahir dan orang yang menderita penyakit kusta yang dianggap tidak bisa disembuhkan.
- Menghidupkan orang yang sudah mati atas izin Allah, sebuah mukjizat yang tidak diberikan kepada nabi lain secara eksplisit dalam Al-Qur’an.
- Menurunkan hidangan dari langit saat para pengikutnya meminta bukti nyata dari Allah.
Setiap mukjizat ini selalu disertai dengan izin Allah, bukan kehendak Nabi Isa a.s. sendiri. Ini penegasan bahwa beliau adalah hamba dan utusan Allah, bukan Tuhan yang bertindak atas kehendaknya sendiri.
Akhir Perjalanan Nabi Isa a.s. Menurut Islam
Akhir kisah Nabi Isa a.s. dalam Islam berbeda secara fundamental dengan apa yang diyakini agama lain, dan ini adalah salah satu perbedaan teologis terpenting.
Islam menegaskan bahwa Nabi Isa a.s. tidak disalib dan tidak meninggal di kayu salib. Allah SWT berfirman:
وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِن شُبِّهَ لَهُمْ
“Dan mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh hanyalah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.” (QS. An-Nisa: 157)
Allah mengangkat Nabi Isa a.s. ke langit sebelum rencana penyaliban berhasil dilaksanakan. Beliau masih hidup di sisi Allah dan akan turun kembali ke bumi menjelang hari kiamat sebagai tanda besar yang sudah dijanjikan.
Rasulullah SAW bersabda bahwa Nabi Isa a.s. akan turun, mematahkan salib, membunuh babi, dan menghapus jizyah. Kedatangannya di akhir zaman menjadi salah satu tanda kiamat besar yang paling dinantikan dalam kepercayaan Islam.
Baca Juga: Ramadhan Tanpa Orang Tua: Kisah Anak Yatim Piatu yang Menunggu Waktu Berbuka
Kesimpulan
Jadi, kisah Nabi Isa a.s. dalam Islam adalah kisah seorang nabi mulia yang lahir luar biasa, berdakwah dengan penuh ketabahan, diberi mukjizat yang tidak tertandingi, dan diangkat Allah sebelum sempat disakiti oleh musuh-musuhnya. Perjalanannya adalah bukti nyata bahwa Allah selalu melindungi hamba-hamba pilihan-Nya.
Mempelajari kisah para nabi bukan sekadar untuk pengetahuan, tapi untuk mengambil teladan dalam kehidupan nyata, terutama semangat berbagi dan peduli kepada sesama yang selalu menjadi inti dari setiap dakwah para nabi.
Yuk, jadikan semangat itu nyata dengan menyalurkan sedekah melalui Rumah Zakat agar kebaikan terus mengalir kepada mereka yang paling membutuhkan.

