Setiap kali bulan Muharram datang, pertanyaan tentang niat puasa Tasua dan Asyura selalu jadi pencarian yang ramai.
Wajar saja, karena niat adalah salah satu rukun penting yang menentukan sah atau tidaknya sebuah ibadah puasa.
Banyak yang sudah berniat dalam hati untuk berpuasa, tapi masih ragu dengan lafal yang benar, kapan harus dibaca, dan apakah ada perbedaan antara niat Tasua dan Asyura.
Nah, pertanyaan pertanyaan ini sangat wajar muncul karena memang penting untuk dipastikan.
Di artikel ini Rumah Zakat akan membahas niat puasa Tasua dan Asyura secara lengkap, mulai dari lafal Arab, latin, hingga artinya.
Mengapa Niat Penting dalam Berpuasa?
Sebelum masuk ke lafal niatnya, ada baiknya memahami dulu mengapa niat menjadi unsur yang sangat krusial dalam setiap ibadah puasa.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi dasar bahwa niat adalah penentu utama diterimanya sebuah ibadah. Tanpa niat yang jelas, puasa yang dikerjakan secara fisik saja tidak dianggap sah sebagai ibadah dalam pandangan syariat.
Khusus untuk puasa sunnah seperti Tasua dan Asyura, niat boleh dilafalkan dalam hati saja tanpa harus diucapkan secara lisan, namun banyak ulama menganjurkan untuk melafalkannya agar lebih meresap dan menguatkan kesadaran dalam beribadah.
Baca Juga: Kapan Puasa Tasua dan Asyura 1448 H? Ini Jadwal dan Keutamaannya
Niat Puasa Tasua Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, dan berikut lafal niat yang bisa digunakan.
Niat puasa Tasua bisa dibaca pada malam hari sebelum tidur atau saat sahur sebelum terbit fajar.
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Tasu’a sunnatan lillahi ta’ala
“Aku berniat puasa Tasua, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Lafal ini bisa dibaca dalam hati tanpa harus dilafalkan dengan suara, karena yang paling utama adalah kesungguhan niat itu sendiri dalam hati orang yang berpuasa.
Niat Puasa Asyura Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram, dan berikut lafal niat yang dianjurkan.
Sama seperti Tasua, niat puasa Asyura juga bisa dibaca di malam hari atau saat sahur sebelum waktu fajar tiba.
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ‘Asyura sunnatan lillahi ta’ala
“Aku berniat puasa Asyura, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Jika ingin menggabungkan niat puasa Tasua dan Asyura secara berurutan dalam dua hari, niat tetap dibaca terpisah setiap harinya karena keduanya adalah dua ibadah puasa yang berbeda meski saling berdekatan.
Baca Juga: Puasa Tasua dan Asyura, Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Utama?
Waktu dan Tata Cara Membaca Niat
Setelah mengetahui lafal niatnya, penting juga untuk memahami waktu yang tepat agar niat yang dibaca benar benar sah secara syariat.
Berikut beberapa poin penting terkait waktu dan tata cara niat puasa sunnah:
- Niat puasa sunnah boleh dilakukan pada siang hari, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar, berbeda dengan puasa wajib yang niatnya harus sebelum fajar.
- Waktu paling utama adalah pada malam hari atau saat sahur sebelum fajar tiba.
- Niat cukup diucapkan dalam hati, melafalkan dengan lisan hanyalah anjuran untuk membantu kekhusyukan.
- Tidak perlu menunggu sahur jika sudah berniat sejak malam hari sebelumnya.
- Pastikan tidak ada makan atau minum sejak menyadari niat ingin berpuasa di siang hari jika baru teringat setelah subuh.
Kesimpulan
Jadi, niat puasa Tasua dan Asyura sebenarnya sangat sederhana, baik dibaca pada malam hari maupun siang hari sebelum melakukan hal yang membatalkan puasa. Yang paling penting adalah kesungguhan hati untuk menjalankan ibadah ini karena Allah semata.
Sambil menjaga niat dan menjalankan puasa di dua hari mulia ini, lengkapi juga ibadah dengan berbagi kebaikan kepada sesama. Yuk, salurkan kebaikan melalui Rumah Zakat agar pahala puasa semakin sempurna dengan pahala menyalurkan kebaikan kepada yang membutuhkan.

