7 Keutamaan Menyayangi dan Menyantuni Anak Yatim Menurut Islam

oleh | Jun 22, 2026 | Artikel, Inspirasi

Menyayangi Anak Yatim, Amalan Mulia yang Dicintai Allah

Anak yatim memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Banyak ayat Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW yang mengajarkan umat Islam untuk menyayangi, menjaga, dan menyantuni mereka.

Menyantuni anak yatim bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga ibadah yang mendatangkan pahala besar. Bahkan, Rasulullah SAW menjanjikan kedekatan dengan beliau di surga bagi orang yang memelihara dan menyayangi anak yatim.

Lalu, apa saja keutamaan menyayangi dan menyantuni anak yatim? Berikut penjelasannya.

1. Mendapatkan Kedudukan Dekat dengan Rasulullah SAW di Surga

Salah satu keutamaan terbesar menyantuni anak yatim adalah mendapatkan kedudukan yang dekat dengan Rasulullah SAW di surga.

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ مَسَحَ رَأْسَ يَتِيمٍ لَمْ يَمْسَحْهُ إِلَّا لِلَّهِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ مَرَّتْ عَلَيْهَا يَدُهُ حَسَنَاتٌ وَمَنْ أَحْسَنَ إِلَى يَتِيمَةٍ أَوْ يَتِيمٍ عِنْدَهُ كُنْتُ أَنَا وَهُوَ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ وَفَرَّقَ بَيْنَ أُصْبُعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى   Artinya: “Abu Umamah meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda, “Barang siapa mengusap kepala yatim semata-mata karena Allah, maka setiap rambut yang ia usap memperoleh satu kebaikan. Barang siapa berbuat baik kepada yatim di sekitarnya, maka ia denganku ketika di surga seperti dua jari ini.” Nabi memisahkan dua jarinya; jari telunjuk dan jari tengahnya.” (HR Ahmad).

Baca juga: Tahun Baru Islam: Dari Sejarah Hingga Makna Dibaliknya

2. Menjadi Bukti Keimanan dan Ketakwaan

Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk memperhatikan dan memuliakan anak yatim.

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman:

“Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.”

(QS. Ad-Dhuha: 9)

Ayat ini menegaskan bahwa memperlakukan anak yatim dengan baik merupakan bagian dari akhlak seorang mukmin yang bertakwa.

3. Mendapatkan Pahala Sedekah yang Berlipat

Menyantuni anak yatim termasuk sedekah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Setiap bantuan yang diberikan, baik berupa makanan, pendidikan, kesehatan maupun kebutuhan lainnya, akan menjadi amal kebaikan yang terus mengalir.

Allah SWT berfirman:

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir seratus biji.”

(QS. Al-Baqarah: 261)

Membantu anak yatim merupakan salah satu bentuk infak yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.

4. Melembutkan Hati dan Membersihkan Jiwa

Menyayangi anak yatim dapat menumbuhkan rasa empati dan kasih sayang dalam diri seseorang.

Rasulullah SAW bersabda:

أَتَى النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – رَجُلٌ يَشْكُو قَسْوَةَ قَلْبِهِ، قَالَ: ” أَتُحِبُّ أَنْ يَلِينَ قَلْبُكَ وَتُدْرَكَ حَاجَتُكَ؟ ارْحَمِ الْيَتِيمَ، وَامْسَحْ رَأْسَهُ، وَأَطْعِمْهُ مِنْ طَعَامِكَ، يَلِنْ قَلْبُكَ وَتُدْرِكْ حَاجَتَكَ   Artinya: “Pernah ada seorang laki-laki sowan kepada Rasulullah dan mengeluhkan kekerasan hatinya, lalu beliau berpesan, ‘Apakah kamu ingin hatimu lembut dan hajatmu terkabul? Sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, berilah ia makan dari makananmu, maka hatimu akan lembut dan hajatmu akan terkabul.’” (HR At-Thabarani).

Baca juga: Tradisi Tahun Baru Islam di Berbagai Negara

5. Menjadi Jalan Mendapatkan Pertolongan Allah

Ketika seseorang membantu mereka yang membutuhkan, Allah SWT akan memberikan pertolongan-Nya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama ia menolong saudaranya.”

(HR. Muslim)

Menyantuni anak yatim termasuk bentuk pertolongan yang sangat dicintai Allah SWT.

6. Membawa Keberkahan dalam Harta

Harta yang digunakan untuk membantu anak yatim tidak akan berkurang nilainya di sisi Allah. Sebaliknya, akan menjadi sebab datangnya keberkahan.

Allah SWT berfirman:

“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang terbaik.”

(QS. Saba’: 39)

Karena itu, menyisihkan sebagian rezeki untuk anak yatim merupakan investasi akhirat yang bernilai besar.

7. Termasuk Orang yang Memuliakan Agama

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengingatkan bahwa salah satu ciri orang yang mengabaikan agama adalah mereka yang tidak peduli kepada anak yatim.

Allah SWT berfirman:

“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim.”

(QS. Al-Ma’un: 1-2)

Sebaliknya, orang yang menyayangi dan memperhatikan anak yatim termasuk golongan yang menjalankan nilai-nilai agama dengan baik.

Cara Menyayangi dan Menyantuni Anak Yatim

Menyantuni anak yatim tidak selalu harus dalam jumlah besar. Ada banyak cara yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Memberikan bantuan pendidikan.
  • Membantu kebutuhan makan dan kesehatan.
  • Menjadi orang tua asuh.
  • Memberikan dukungan moral dan motivasi.
  • Berdonasi untuk program pemberdayaan anak yatim.
  • Mendoakan dan memberikan perhatian kepada mereka.

Kesimpulan

Menyayangi dan menyantuni anak yatim merupakan amalan yang memiliki banyak keutamaan. Selain mendatangkan pahala, amalan ini juga menjadi bukti kepedulian sosial dan ketaatan kepada Allah SWT.

Melalui perhatian, kasih sayang, dan dukungan yang kita berikan, anak-anak yatim memiliki kesempatan yang lebih besar untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Mari jadikan kepedulian kepada anak yatim sebagai bagian dari kehidupan kita, karena setiap kebaikan yang diberikan kepada mereka akan menjadi investasi berharga di dunia dan akhirat.

Tunaikan zakat, infak, sedekah lebih mudah di sini

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait