MENGGIGIL APAKAH SELALU DINGIN?

Oleh: dr.Hilmi S.Rathomi, MKM

Menggigil didefinisikan sebagai gerakan tanpa sadar, spontan, dan aktivitas mekanik yang ritmis dari otot. Secara umum, menggigil merupakan suatu mekanisme otomatis dari tubuh untuk mengatur suhu tubuh, atau yang dikenal dengan istilah termoregulasi (termo=suhu, regulasi=pengaturan). Seperti halnya mesin pendingin ruangan (AC) tubuh kita memiliki mekanisme pengaturan otomatis yang bekerja menyesuaikan suhu badan dengan kebutuhan tubuh serta lingkungan luar.

Apabila lingkungan di luar cenderung dingin, maka tubuh perlu menghangatkan diri dengan cara membuat gerakan tanpa sadar dalam bentuk menggigil. Sedangkan apabila lingkungan sekitar kita terlalu panas, maka tubuh merespon dengan cara melebarkan pembuluh darah untuk meningkatkan pembuangan panas supaya suhu tubuh turun.

Meskipun sebagian besar menggigil ditujukan untuk pengaturan suhu, dalam dunia medis kondisi menggigil dibagi menjadi 2 mekanisme, yakni termoregulasi dan non termoregulasi. Tipe termoregulasi terjadi sebagai akibat dari hipotermia, dan ditujukan untuk mempertahankan suhu tubuh normal seperti yang telah dijelaskan di atas. Sedangkan mekanisme non termoregulasi biasanya berhubungan dengan nyeri, refleks tulang belakang, dan gangguan hormon yang dialami seseorang. Tipe ini juga dapat ditemui pada pasien pasca bedah dan setelah melahirkan.

Pada situasi tersebut, menggigil dapat disebabkan oleh nyeri yang dialami pasien atau efek samping dari tindakan anestesi (pembiusan) selama proses operasi. Selain mekanisme di atas, menggigil juga seringkali muncul akibat proses infeksi. Pada kondisi infeksi, otak mengupayakan agar suhu tubuh meningkat. Suhu tubuh yang panas ini ditujukan untuk menghambat perkembangan bakteri/virus sebagai mekanisme pertahanan tubuh. Agar suhu meningkat sesuai perintah dari otak, tubuh membutuhkan produksi panas, yang dihasilkan dari gerakan-gerakan otot. Gerakan otot inilah yang seharihari kita amati sebagai kondisi menggigil.

Oleh karena itu, pada beberapa stadium awal dari penyakit infeksi, tidak jarang ditemukan pasien mengalami demam menggigil, seperti salah satunya pada kasus demam typhoid. Untuk mengatasi masalah menggigil biasanya dilakukan dengan upaya sederhana seperti menggunakan selimut atau pakaian yang tebal dan hangat. Hal ini ditujukan agar menahan suhu dingin lingkungan yang dirasakan oleh saraf-saraf di kulit. Dengan suhu sekitar yang lebih hangat dikarenakan pakaian yang tebal, tubuh tidak membutuhkan produksi panas yang banyak, sehingga tidak diperlukan aktivitas otot dalam bentuk menggigil.

Pada situasi menggigil yang disebabkan oleh rangsang nyeri atau efek obat-obatan dan tindakan pasca operasi, dokter biasanya memberikan obat-obatan tertentu, agar pasien tidak menggigil. Biasanya, obat utama yang diberikan adalah golongan analgetik untuk meredakan nyeri yang menjadi pemicu munculnya menggigil pada pasien.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara umum menggigil disebabkan upaya tubuh mempertahankan suhu normal pada lingkungan yang dingin. Jika kita menggigil padahal suhu lingkungan sekitar tidak dingin, maka kita patut mencurigai adanya gejala awal dari suatu infeksi, atau merupakan efek samping nyeri dan tindakan pasca operasi yang kita alami.

Tags :
Konfirmasi Donasi