Sholat jenazah adalah salah satu amalan penting yang sering kali terlewatkan oleh sebagian muslim.
Meski tidak memerlukan ruku’ dan sujud seperti sholat lainnya, sholat ini memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi mereka yang telah berpulang.
Selain sebagai bentuk penghormatan kepada jenazah, sholat jenazah juga merupakan doa yang dipanjatkan oleh kaum muslimin agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa orang yang telah meninggal dunia dan melimpahkan rahmat-Nya kepada mereka.
Lalu, bagaimana niat sholat jenazah yang benar sesuai sunnah? Simak panduan lengkap beserta tata cara pelaksanaannya berikut ini.
Mengenal Lebih Dekat Sholat Jenazah
Mungkin, banyak yang beranggapan bahwa sholat jenazah hanya dilakukan oleh ulama atau orang-orang tertentu. Padahal, kesadaran akan pentingnya sholat jenazah semakin meningkat.
Sholat jenazah hukumnya fardhu kifayah, artinya jika sebagian muslim telah melaksanakannya, maka kewajiban tersebut gugur bagi yang lain.
Fardhu kifayah berarti kewajiban yang dibebankan kepada kaum muslimin secara bersama-sama.
Namun, apabila tidak ada seorang pun yang melaksanakannya, maka seluruh muslim yang mengetahui kewajiban tersebut ikut menanggung dosa.
Dalam pelaksanaannya, sholat jenazah dilakukan dengan berdiri tegak dan tanpa ruku’ serta sujud.
Fokus utama dari sholat ini adalah mendoakan ampunan bagi almarhum atau almarhumah serta memohonkan rahmat Allah SWT bagi mereka.
Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam untuk menghadiri dan melaksanakan sholat jenazah karena terdapat pahala yang besar bagi orang yang mengikutinya.
Dalil Hukum Sholat Jenazah
Anjuran melaksanakan sholat jenazah dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa menghadiri jenazah hingga dishalatkan, maka baginya satu qirath pahala. Dan barang siapa menghadirinya hingga dimakamkan, maka baginya dua qirath pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan sholat jenazah sehingga setiap muslim dianjurkan untuk ikut menunaikannya ketika ada saudaranya yang meninggal dunia.
Panduan Mudah Niat Sholat Jenazah
Sebelum melaksanakan sholat jenazah, tentu harus memahami niatnya terlebih dahulu. Niat menjadi syarat sah setiap ibadah, termasuk sholat jenazah. Berikut adalah niat untuk jenazah laki-laki dan perempuan.
1. Niat untuk Jenazah Laki-laki
أُصَلِّي عَلَى هٰذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا/مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: “Usholli ‘alaa haadzal mayyiti arba’a takbiraatin fardhol kifayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa.“
Artinya: “Aku niat sholat atas jenazah ini, empat takbir, fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.“
Apabila bertindak sebagai imam, maka lafaz “ma’muuman” diganti menjadi “imaaman”.
2. Niat untuk Jenazah Perempuan
أُصَلِّي عَلَى هٰذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا/مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: “Usholli ‘alaa haadzihil mayyitati arba’a takbiraatin fardhol kifayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa.“
Artinya: “Aku niat sholat atas jenazah perempuan ini, empat takbir, fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.“
Jika menjadi imam, cukup mengganti kata “ma’muuman” menjadi “imaaman“. Hal ini menunjukkan bahwa posisi seseorang dalam sholat jenazah turut mempengaruhi niatnya.
Perbedaan niat tersebut hanya terletak pada penyebutan jenazah laki-laki atau perempuan serta posisi sebagai imam atau makmum. Adapun tata cara pelaksanaannya pada dasarnya sama.
Baca Juga: Bolehkah Mendoakan Orang yang Bunuh Diri?
Syarat Sholat Jenazah
Sebelum melaksanakan sholat jenazah, terdapat beberapa syarat yang perlu dipenuhi, di antaranya:
- Jenazah telah dimandikan dan dikafani (kecuali pada kondisi tertentu yang dibenarkan syariat).
- Orang yang melaksanakan sholat berada dalam keadaan suci dari hadas serta menutup aurat.
- Menghadap kiblat.
- Jenazah diletakkan di hadapan jamaah.
Memenuhi syarat-syarat tersebut akan membuat pelaksanaan sholat jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Tata Cara Pelaksanaan Sholat Jenazah
Agar tidak bingung dalam melaksanakan sholat jenazah, berikut adalah langkah-langkahnya secara singkat. Perhatikan setiap langkah agar tidak ada yang terlewat.
1. Takbir Pertama
Setelah berniat, lakukan takbir pertama kemudian membaca Surah Al-Fatihah. Mengenai mengangkat tangan pada setiap takbir, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama.
2. Takbir Kedua
Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sholawat ini sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW yang telah mengajarkan tuntunan sholat jenazah.
Sholawat yang dibaca dapat berupa Sholawat Ibrahimiyah sebagaimana yang biasa dibaca saat tahiyat akhir dalam sholat.
3. Takbir Ketiga
Mendoakan jenazah. Pada tahap ini, berdoa agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa almarhum atau almarhumah.
Semakin baik doa yang dipanjatkan, semakin besar harapan agar Allah SWT memberikan ampunan, rahmat, dan tempat terbaik bagi jenazah.
4. Takbir Keempat
Membaca doa singkat untuk kaum muslimin. Di sini, permohonan rahmat tidak hanya ditujukan kepada jenazah, tetapi juga untuk seluruh kaum muslimin yang masih hidup maupun yang telah wafat.
5. Salam
Menoleh ke kanan dan kiri sambil mengucapkan salam. Dengan ini, sholat jenazah pun selesai dilaksanakan.
Keutamaan Sholat Jenazah
Melaksanakan sholat jenazah memiliki banyak keutamaan. Selain menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama muslim, Rasulullah SAW juga menjanjikan pahala yang besar bagi orang yang mengikutinya.
Sholat jenazah juga menjadi bentuk doa bersama agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa jenazah, melapangkan kuburnya, serta memasukkannya ke dalam surga-Nya.
Karena itu, kaum muslimin dianjurkan untuk tidak meninggalkan sholat jenazah ketika memiliki kesempatan mengikutinya.
Kesimpulan
Jadi, sholat jenazah adalah ibadah yang penuh makna dan manfaat, tidak hanya bagi almarhum atau almarhumah tetapi juga bagi yang melaksanakannya.
Dengan memahami niat dan tata cara sholat jenazah, diharapkan setiap muslim dapat melakukannya dengan benar dan khusyuk.
Selain memahami niat, penting juga mengetahui hukum, syarat, dan urutan pelaksanaannya agar sholat jenazah dapat dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Dengan demikian, ibadah ini tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terakhir dan doa terbaik bagi saudara muslim yang telah wafat.
Nah, sekian artikel kali ini. Yuk, ikuti informasi seputar Islam lainnya bersama kami di Rumah Zakat.

