PEMKOT SUKABUMI DAN RUMAH ZAKAT RESMIKAN RUMAH SINGGAH

BANDUNG. Senin (3/12). Dalam rangka memberikan bantuan sementara kepada pasien rawat jalan yang sedang berobat di Bandung, Pemerintah kota Sukabumi bekerja sama dengan Rumah Zakat menggulirkan program Rumah Singgah.

Rumah Singgah Pemkot Sukabumi yang berlokasi di Jl. Mulyasari 1 no.7, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung ini merupakan program penyediaan tempat tinggal sementara bagi pasien dan keluarga pasien rawat jalan dari kota Sukabumi yang tidak mampu.

Program ini resmi ditandatangani pada Senin (3/12) di kantor Rumah Zakat cabang Bandung, Jl. Turangga no. 33, hadir pula Bapak H. Achmad Fahmi selaku Walikota Sukabumi dan bapak Nur Efendi selaku CEO Rumah Zakat.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan MoU dalam bidang Sosial, Kesehatan, pendidikan dan kemanusiaan antara Pemkot Sukabumi dan Rumah Zakat.

Pada Hari yang sama Walikota Sukabumi didampingi CEO Rumah Zakat juga secara langsung melakukan gunting pita yang menandai dibukanya Rumah Singgah dan meninjau pasien-pasien yang sudah ada di rumah singgah.

Adapun program rumah singgah ini merupakan karya dari 100 hari kerja Walikota Sukabumi. Ini juga merupakan salah satu program unggulan Pemkot Sukabumi dalam bidang Sosial.

“Program ini memberikan bantuan berupa rumah tinggal sementara pasien rawat jalan, harapannya bisa meringankan beban pasien yang harus control berobat ke Rumah Sakit yang dituju.” Terang Achmad Fahmi selaku Walikota Sukabumi.

Dan untuk mengantar pasien ke Rumah Sakit, Rumah Singgah juga sudah dilengkapi Mobil Ambulance beserta supirnya yang siap mengantarkan pasien.

Ia melanjutkan, dengan diluncurkannya program Rumah Singgah ini, harapannya bisa membantu masyarakat terutama warga kami yang sedang ada di Bandung supaya terfasilitasi dengan baik. “Kami juga berterima kasih atas sinergi Rumah Zakat untuk program ini.” Pungkasnya.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan Pemkot Sukabumi kepada Rumah Zakat dalam program Rumah Singgah ini. Insya Allah ini sangat bermanfaat untuk masyarakat.” Ucap Nur Efendi.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur karena sekarang sudah ada rumah singgah ini, jadi setidaknya bisa mengurangi biaya penginapan suami saya selama berobat di Bandung,” ungkap Astuti (39), istri salah satu penerima manfaat.

Sebelumnya, Astuti dan Dedi Suhendi (47) suaminya, harus menyewa kosan setiap kali akan berobat ke Rumah Sakit Cicendo. “Awalnya saya numpang nginep di rumah saudara, tapi karena rumahnya gak terlalu luas dan banyak anggota keluarganya, lama-lama saya gak enak kalau numpang terus,” tambah Astuti.

Suami Astuti, Dedi Suhendi mengalami gangguan retina dan saraf lepas pada matanya. Sampai saat ini, Dedi yang tinggal di Sukabumi sudah melakukan cek kesehatan rutin di Rumah Sakit Cicendo Bandung selama 25 kali dan operasi mata sebanyak tiga kali.

Newsroom

Abdullah Tsabit

Tags :
Konfirmasi Donasi